Kecelakaan Sragen: Bak Truk Penuh Orang Seperti Ditumpahkan

Puluhan tenaga medis mengobservasi korban truk terguling di IGD RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Rabu (29/8 - 2018) malam. (Solopos/Tri Rahayu)
30 Agustus 2018 09:45 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Truk bak terbuka yang terguling di jalan Paldaplang-Tangen, Dukuh Gunungsari, Desa Plumbon, Sambungmacan, Sragen, Rabu (29/8/2018) malam, mengakibatkan hampir seluruh penumpangnya yang berjumlah 50 orang terluka.

Berdasarkan cerita para penumpang yang menjadi korban tersebut, mereka seperti ditumpahkan ke jalan saat truk tersebut terguling. Akibatnya, sebagian penumpang saling tumpang tindih saat jatuh.

Saat kejadian mereka dalam perjalanan pulang dari menjenguk warga lain yang sakit dan dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro. Namun, kini sebagian dari para penjenguk itu malah harus kembali di RSUD dan dirawat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, para korban menderita luka robek di bagian kepala dan ada beberapa korban yang mengalami patah tulang.

Pantauan Solopos.com, sekitar pukul 22.00 WIB, Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sragen dipenuhi pasien korban kecelakaan tersebut. Mereka menempati ruang-ruang sempit dengan batas tirai.

Sebagian lainnya menempati lobi yang menghubungkan antarruang di IGD. Puluhan paramedis dan dokter bekerja ekstra malam itu. Ada yang menjahit dan ada yang membersihkan luka sebelum dijahit.

Beberapa perawat ada yang mencatat identitas mereka dan menanyai kelengkapan kartu jaminan sosial. “Bapak punya JPS [jaminan perlindungan sosial],” kata perawat kepada Sutono, 44, warga Dukuh Nglaran RT 029, Desa Gabus, Ngrampal, Sragen, yang duduk di kursi sambil bersandar di dinding dekat ruang pelayanan IGD.

“Saya hanya punya kartu Saraswati,” jawab Sutono kepada perawat itu.

Selain menanyakan JPS, perawat itu juga menanyakan nama dan alamat lengkap Sutono. Setelah perawat pergi, Sutono masih belum bergerak dari posisinya. Noda bercak darah banyak di kaus abu-abu yang dikenakan Sutono.

Di wajahnya sudah ada empat jahitan, yakni di kening, pelipis mata kanan, di bawah mata kanan, dan pipi bagian bawah sebelah kiri. Luka gores juga ditemukan di ujung hidungnya.

“Posisi saya berdiri di bak truk bagian belakang dekat pintu bak. Sepertinya tidak menghindari apa-apa tiba-tiba truk terguling. Memang laju truk kencang. Saya jatuhnya hampir tengkurap. Yang lainnya tumpuk-undung. Bak truk berisi orang seperti ditumpahkan,” kata Sutono.

Di depan Sutono ada tetangganya yang terbaring di ranjang besi. Gito Suparno, 55, warga Dukuh Nglaran RT 028 Desa Gabus, Ngrampal, Sragen, itu mengalami luka robek di bagian dahi sebelah kanan.

Saat naik truk, Gito berdiri bersandar di bak sebelah kanan. Truk yang dikemudikan Edi Suparlan, 41, yang juga warga Dukuh Nglaran itu terguling ke kanan saat berjalan dari arah selatan ke utara.

“Saat terguling, saya berada di bawah. Saya tertimpa banyak orang. Saya mencoba mencari adik saya, Wagino, tetapi belum ketemu. Saya langsung diangkat orang dan dilarikan ke RSUD ini. Banyak saudara saya yang ikut rombongan jenguk orang sakit itu jadi korban semua, seperti Suparmo, Mintono, Pakde Pawira. Itu satu dukuh hampir semua ikut,” kata Gito saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu malam.

Dari catatan kepolisian ada 50 orang yang ikut dalam rombongan itu. Mereka berasal dari lingkungan RT 013, 014, RT 026-031, Dukuh Nglaran.

Awalnya, mereka menjenguk Warsi, 70, yang opname di RSUD Sragen karena gangguan pernapasan. Sebelum berangkat, mereka berkumpul di depan Masjid Nurul Huda Nglaran.

“Tadi berangkatnya pukul 18.30 WIB. Saat perjalanan pulang sekitar pukul 20.00 WIB truk terguling. Saking bantere trus ngerem ndadak, truk nggobek nengen, goling [Saking kencangnya, terus mengerem mendadak, truk oleng ke kanan, terguling],” ujar Gito.

Awalnya jumlah korban yang dilarikan ke RSUD Sragen ada 22 orang. Korban lainnya dibawa ke RS Sarila Husada Sragen 11 orang, RSI Amal Sehat 6 orang, RS PKU Muhammadiyah Masaran 4 orang.

Empat orang luka ringan dilarikan ke Klinik Pratama Dian Utomo tetapi akhirnya rawat jalan. Ada 3 orang yang dibawa ke Klinik Permata Bunda Pilangsari, Ngrampal, Sragen, kemudian sekitar pukul 22.00 WIB sudah pulang semua.

“Yang opname di RSUD Sragen ada 15 orang dan tujuh orang korban lainnya sudah membaik dan pulang. Yang opname itu karena patah tulang, trauma kepala dengan luka robek,” ujar Direktur RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (30/8/2018) pagi.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Dani Permana Putra mewakili Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman sempat bersama anggota Satlantas melakukan olah kejadian perkara di lokasi kejadian.

Dia mengidentifikasi truk berpelat nomor B 9649 WY yang dikemudian Suparlan. Truk dan sopirnya diamankan di Mapolres Sragen.

“Saat ini sopir masih dalam pemeriksaan. Kejadian pukul 20.00 WIB. Truk terguling karena sopir hilang kendali. Korban ada yang luka patah tulang dan luka ringan,” ujarnya.