135 Korban Keracunan Sragen Digratiskan Berobat

Warga Dukuh Kalioso, Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, yang keracunan masih dirawat inap di Puskesmas Kalijambe, Selasa (28/8 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
30 Agustus 2018 13:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kondisi warga Dukuh Kalioso RT 004 Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, yang diduga keracunan makanan gudangan seusai kegiatan jalan sehat terus membaik pada Kamis (30/8/2018).

Dari total 135 korban, tinggal empat orang yang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kalijambe. Dalam dua hingga tiga hari ke depan ke empat korban sudah dibolehkan pulang ke rumah.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sragen, Hargiyanto, saat diwawancarai wartawan, Kamis. "Hingga siang ini [Kamis] tinggal empat orang yang dirawat di Puskesmas Kalijambe," ujar dia.

Hargiyanto menerangkan seluruh korban keracunan tak ditarik biaya pengobatan. Pasien yang dirawat di puskesmas dan rumah sakit pemerintah ditanggung biayanya oleh Pemkab Sragen.

Sedangkan pasien yang dirawat di rumah sakit swasta biaya berobat mereka digratiskan oleh pihak rumah sakit. "Intinya semua korban tak dipungut biaya pengobatan alias gratis," sambung dia.

Hasil pemeriksaan sampel makanan di Balai Laboratorium Kesehatan Semarang, menurut Hargiyanto, belum keluar. Dia berharap mendapat hasil pemeriksaannya pekan ini.

Dari pemeriksaan itu bisa diketahui penyebab warga RT 004 Kalioso mengalami sakit perut, pusing, dan mencret. Diduga makanan gudangan yang dikonsumsi warga sebagai penyebabnya.

Penuturan senada disampaikan Kepala Puskesmas Kalijambe, Lukman Hakim, Kamis. Menurut Lukman, sudah ada keputusan untuk menggratiskan biaya berobat seluruh korban keracunan makanan.

Bahkan keputusan tersebut telah disampaikan kepada korban keracunan yang menjalani perawatan di Puskesmas Kalijambe. Di sisi lain sebagian korban sudah dibolehkan pulang, Kamis.

"Hari ini [Kamis] sebenarnya tinggal tiga pasien yang kami rawat di puskesmas. Tapi tadi [Kamis] datang satu lagi pasien sehingga total yang masih menjalani rawat inap empat orang," tambah dia.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Jetiskarangpung, Supardi, mengatakan warga RT 004 Kalioso merasa nglenggana (menerima) dengan kejadian itu. Mereka tak saling menyalahkan atas musibah keracunan tersebut.

"Alhamdulillah semua warga menyadari kegiatan ini adalah kegiatan kebersamaan. Tidak ada warga yang menyalahkan satu dengan yang lainnya. Semua tetap guyub rukun," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, sekitar 135 warga RT 004 Kalioso, Jetiskarangpung, Kalijambe, mengalami gejala sakit perut, mual, dan pusing pada Minggu-Senin (26-27/8/2018) lalu.

Mereka diduga keracunan makanan gudangan yang mereka santap seusai jalan sehat memeriahkan HUT ke 73 kemerdekaan RI pada Minggu sekitar pukul 08.00 WIB.

Tokopedia