Ini Reaksi PHRI Terkait Rencana Investasi Stern Resources di Wonogiri

Rencana lokasi pembangunan hotel dan mal di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
30 Agustus 2018 20:10 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Rencana investasi hotel berbintang dari Stern Resources asal Amerika Serikat ke Wonogiri mendapat respons dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Wonogiri.

PHRI menilai rencana investasi hotel bintang tiga itu akan mendorong hotel melati, kebanyakan hotel di Kota Sukses, untuk berbenah.

Berdasarkan data Wonogiri Dalam Angka tahun 2018 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, per 2017 lalu ada 30 hotel, losmen, dan penginapan, di Wonogiri dan semuanya masuk kelas hotel nonbintang. Tahun lalu, ada penambahan empat fasilitas akomodasi, karena pada 2016 jumlah hotel di Wonogiri masih berjumlah 26 hotel. Sebanyak 30 hotel itu memiliki suplai 552 kamar.

Masih berdasarkan data BPS, tingkat hunian hotel di Wonogiri tahun 2017 rata-rata hanya 19,65%. Namun yang menarik, rata-rata lama menginap antara tamu asing justru lebih besar dibandingkan tamu domestik, masing-masing 2,75 malam dan 1,28 malam.

Ketua PHRI Wonogiri, Imam Santoso, mengatakan hotel-hotel melati di Wonogiri dipastikan akan berbenah meningkatkan kualitas pelayanan dan fasilitasnya seiring rencana masuknya investasi hotel berbintang.

“Kinerja hotel melati di Wonogiri termasuk kategori biasa-biasa saja. Wonogiri memiliki banyak destinasi wisata dan event namun tidak dibarengi dengan promosi yang masif, jauh sekali jika dibandingkan dengan Kota Solo,” ujar Imam, kepada Solopos.com, Kamis (30/8/2018).

Menurutnya, Wonogiri merupakan kota tujuan berwisata sehingga salah satu potensi pasar hotel di Wonogiri adalah wisatawan. Namun, wisatawan di Wonogiri sangat jarang yang mau menginap di hotel atau penginapan yang ada di Kota Gaplek, melainkan memilih di kota tetangga.

Standar Pelayanan

Ia sangat berharap pembangunan hotel berbintang dari Stern Resources tersebut dapat segera dilakukan karena akan membawa angin segar untuk industri pariwisata Wonogiri dan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Wonogiri.

“Event-event harus dikemas menarik seperti yang digelar di Banyuwangi. Tentunya dinas terkait dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki Wonogiri, seperti kesenian dan budaya lokal yang tidak menutup kemungkinan sangat menarik mendatangkan wisatawan mancanegara,” ujar Imam yang juga Direktur PT Merista Raya.

Ia berharap rencana masuknya hotel berbintang dapat dampak positif bagi Wonogiri dan hotel-hotel dapat bisa memiliki barometer untuk meningkatkan standar pelayanan dan fasilitas baik untuk pelayanan akomodasi maupun pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Wonogiri, Sentot Sudjarwoko, mengatakan dibangunnya hotel akan diikuti dengan event-event berskala nasional dan internasional agar para peserta event, penonton, memiliki alasan untuk menginap di Wonogiri.

Dia pun mengakui saat ini hotel-hotel di Wonogiri banyak dimanfaatkan tamu yang sekedar mampir dan beristarahat saat melewati Wonogiri. Wisatawan yang menginap di hotel di Wonogiri sangat kecil.