Solopos Hari Ini: 100.000 Honorer Jadi PNS

Harian Umum Solopos edisi Jumat (31/8 - 2018).
31 Agustus 2018 11:25 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Usulan pengangkatan 100.000 guru honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS) yang diajukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini disetujui pemerintah. Sebelumnya, pada 6 Juli lalu di Padang, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengaku telah mengusulkan pengangkatan 100.000 guru honorer menjadi PNS pada 2018.

"Kami hanya dapat mengusulkan pengangkatan guru honorer sesuai kuota guru yang pensiun," kata dia saat itu.

Namun, Kemendikbud tidak memiliki kewenangan mengangkat guru honorer menjadi PNS. Yang berwenang adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Kabar terbaru tentang nasi guru honorer itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Jumat (31/8/2018). Berita tersebut dapat disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu,ada pula kabar tentang prestasi atlet-atlet Indonesia di ajang Asian Games 2018 yang menjadi berita utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Dari cabang atletik, kontingen Indonesia berhasil menambah medali.

Akhir Penantian 52 Tahun

Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh di hari ke-12 Asian Games 2018, Kamis (30/8) malam. Indonesia berhasil menambah satu perak dari salah satu cabang bergengsi atletik. Dengan tambahan medali itu, Indonesia sudah mengumpulkan dua keping perak dari atletik.

Medali perak pertama dipersembahkan Emilia Nova dari nomor lari gawang 100 meter putri pada Minggu (26/8/2018). Medali perak kedua dipersembahkan tim putra Lalu Muhammad Zohri, Fadlin, Eko Rimbawan, dan Bayu Kertanegara dari nomor estafet 4 x 100 meter putra, Kamis malam.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Pada halaman Soloraya di Haran Umum Solopos edisi hari ini, pembangunan jalur KA di Bandara Adi Sumarmo menjadi berita utama. Ada pula kabar tentang pelatihan kendaraan darurat yang menjadi berita utama pada halaman Soloraya.

Konsinyasi untuk 14 Bidang Tanah

Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah bakal menggunakan mekanisme konsinyasi untuk membebaskan 14 bidang tanah milik warga. Tanah itu terdampak proyek pembangunan jalur KA Akses Bandara Adi Soemarmo dan stasiun baru di wilayah Kelurahan Kadipiro, Banjarsari, Solo.

Mereka terpaksa melakukan hal itu karena para pemilik 14 bidang tanah tersebut tak kunjung menerima tawaran nilai ganti rugi dari pemerintah. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah dari Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jawa Bagian Tengah, Yurisal Elmianto, mengatakan dari 103 bidang tanah terdampak proyek pembangunan jalur KA Bandara dan stasiun baru, kini tinggal 14 bidang tanah yang belum berhasil dibebaskan.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Setelah "Kebakaran" Ada "Penyanderaan"

Sekitar pukul 09.30 WIB, sirene di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Boyolali milik PT Pertamina di Kecamatan Teras berbunyi, menandakan adanya bahaya. Sirene itu dinyalakan karyawan setempat karena terjadi kebakaran.

Kebakaran itu dipicu tertariknya bottom loader sehingga menimbulkan ceceran BBM hingga menyebabkan kebakaran pada tempat pengisian. Api pun dengan cepat menyambar sebuah tangki yang sedang diisi yang kemudian ikut terbakar. Seorang karyawan di lokasi mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan langsung menyemprotkannya ke api yang terus membesar.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Tokopedia