Wali Kota Solo: Maaf, Sunday Market Manahan Harus Bubar!

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
31 Agustus 2018 14:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akhirnya menetapkan aktivitas pasar Minggu (Sunday Market) Manahan Solo dibubarkan selamanya per 9 September 2018.

“Mohon maaf Sunday Market harus ditutup selamanya karena Gelora Manahan itu zona untuk olahraga,” ucap Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang akrab disapa Rudy saat Mider Praja meninjau proyek renovasi Stadion Manahan Solo, Jumat (31/8/2018).

Pemkot selanjutnya menjadwalkan koordinasi dengan PKL pasar tiban minggu pagi Manahan ini pada Selasa (4/9/2018) mendatang. Pemkot menyiapkan beberapa lokasi alternatif bagi PKL eks Sunday Market  Manahan, di antaranya Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi dan area parkir Benteng Vastenburg. 

Rudy pun meminta para PKL mulai beradaptasi terlebih dahulu di lokasi tersebut. “Citywalk sekarang kan kondisinya sudah diperlebar. Pedagang juga bisa jualan di depan Benteng Vastenburg. Itu lokasi paling realistis untuk mereka,” kata Rudy.

Rudy mengatakan penutupan PKL Sunday Market Manahan dilakukan sebagai upaya Pemkot mengembalikan fungsi Gelora Manahan untuk pusat kegiatan olahraga. Selama ini penggunaan lahan area dalam Gelora Manahan untuk aktivitas PKL Sunday Market pada setiap Minggu pagi juga menimbulkan kerusakan pada sarana dan prasarana yang ada. 

Karena itu diperlukan penataan ulang kawasan Gelora Manahan. Saat ini, Pemkot tengah menyiapkan detail engineering design (DED) penataan kawasan Gelora Manahan sekaligus sejalan proyek renovasi Stadion Manahan yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Manahan ini masuk dalam proyek strategis nasional. Jadi tidak boleh ada yang menghambat. Saya bahkan siap nunggoni dhewe [mengawasi sendiri] jika ada yang menghambat pembangunan,” katanya.

Rudy juga meminta seluruh pihak tidak memolitisasi penutupan Sunday Market Manahan. Rudy juga meminta dukungan kalangan anggota DPRD ihwal kebijakannya menutup Sunday Market Manahan.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo Joni Hari Sumantri mengatakan akan menindaklanjuti kebijakan Wali Kota terkait penutupan Sunday Market Manahan. Dia berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Solo akan mengumpulkan PKL Sunday Market. 

Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kawasan Manahan peruntukannya olahraga dan ruang publik. “Kami akan sampaikan bahwa mulai 9 September nanti tidak ada lagi aktivitas Sunday Market di Manahan,” katanya.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan Strategis (PBLS) Kementerian PUPR, Zulfikar, meminta Pemkot memberikan  dukungan penuh dalam pelaksanaan renovasi Stadion Manahan. 

Dia tidak ingin ada pihak-pihak yang mengganggu pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut. Apalagi sesuai instruksi Menteri PUPR, renovasi Stadion Manahan diminta rampung sebelum kontrak kerja proyek berakhir pada 30 September 2019 mendatang. 

“Jadi kami minta tidak ada yang mengganggu jalannya proyek dari oknum-oknum tertentu. Dukungan Pemkot sangat kami harapkan di sini,” katanya. 



Tokopedia