Bulog Buka Kios di Pasar Legi Solo

Kios Bulog yang ada di Pasar Legi Solo, Jumat (31/8 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
31 Agustus 2018 20:38 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Perum Bulog membuka kios di Pasar Legi Solo. Kios yang khusus menjual produk-produk yang dipasarkan Bulog tersebut salah satunya ditujukan untuk menjaga stabilnya harga-harga komoditas, khususnya beras, tepung, gula, dan minyak.

Kepala Bulog Subdivre III Solo, Titov Agus Sabelia, mengatakan tujuan Bulog membuka lapak di Pasar Legi adalah untuk memperkenalkan produk Bulog kepada masyarakat serta menjaga kestabilan harga.

"Harga yang ditawarkan sudah sesuai HET [harga eceran tertinggi]," kata dia kepada Espos, Jumat (31/8/2018). Dia menegaskan keberadaan kios Bulog tersebut bukan untuk menyaingi pedagang yang sudah ada. Namun tugasnya adalah untuk menjaga ketersediaan bahan pokok dan menjaga stabilitas harga.

Kios Bulog mulai dibuka pada 21 Agustus. Lokasi kios ada di los lantai dasar sisi utara Pasar Legi. Di kios tersebut tersedia beberapa komoditas. Di antaranya beras dengan merek Beraskita, Minyak Goreng Kita, tepung terigu Terigukita dan gula pasir Maniskita.

Sementara itu menurut petugas Distribution Center, Bulog Solo, Ginanjar, kios tersebut melayani semua kalangan. Siapapun bisa membeli produk yang dijual. Bukan hanya pembeli eceran, kios tersebut juga melayani pedagang mitra yang berminat untuk menjual kembali produk Bulog dengan harga mengikuti ketentuan.

Menurutnya harga yang dijual di pedagang mitra dengan kios Bulog diupayakan sama atau tidak terpaut jauh. Sebab salah satu tujuan kios tersebut adalah untuk stabilitas harga.
Dia mengatakan untuk beras medium biasanya dijual dengan harga Rp8.950/kg. Beras premium dijual dengan harga Rp12.500/kg. Terigu dijual Rp7.000-Rp7.500/kg. Untuk gula pasir dijual sekitar Rp12.500/kg. Sedangkan harga minyak kemasan dijual Rp12.500/liter. Ada juga produk terbaru yaitu beras saset kemasan 200 gram.

"Kios Bulog sementara ini memang baru di Pasar Legi. Namun jika pedagang mitra atau RPK [Rumah Pangan Kita], Sudah ada di Pasar Gede dan pasar lainnya termasuk beberapa pedagang di Pasar Legi juga ada yang ikut menjual prosuk kami," terang dia.

Dia mengatakan keberadaan kios tersebut bukan sebagai pesaing pedagang lain. Justru ketika pedagang lain kehabisan stok, bisa langsung membeli di kios Bulog tersebut.