Keracunan Massal Sragen, Air Sumur Warga Diuji

Warga Dukuh Kalioso, Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, yang keracunan masih dirawat inap di Puskesmas Kalijambe, Selasa (28/8 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
31 Agustus 2018 21:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengambil sampel air sumur warga Dukuh Kalioso, desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen, untuk diuji di laboratorium.

Pengujian sampel air sumur warga itu dilakukan menyusul keracunan massal yang dialami lebih dari 100 warga setempat seusai mengikuti jalan sehat, Minggu (26/8/2018) pagi. Mereka diduga keracunan makanan gudangan yang mereka santap bersama setelah jalan sehat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sragen, Hargiyanto, mengatakan tim dari Balai Laboratorium Kesehatan (BLK) Semarang itu datang mengambil sampel air sumur warga Kalioso pada Kamis (30/8/2018).

“Kemarin [Kamis] tim provinsi datang ke TKP untuk ambil sampel air di sana,” ujar Hargiyanto, Jumat (31/8/2018).

Hargiyanto menjelaskan pengambilan sampel air oleh tim BLK Semarang untuk mengetahui penyebab pasti yang membuat warga Kalioso sakit perut dan mencret.

Di sisi lain, hingga Jumat pukul 15.30 WIB hasil pemeriksaan sampel makanan gudangan dari BLK Semarang belum keluar. Hargiyanto memprediksi hasil pemeriksaan tersebut baru keluar pada Senin (3/9/2018).

Berdasarkan data terbaru yang diperoleh Solopos.com, jumlah warga Dukuh Kalioso RT 004 Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen, yang diduga keracunan makanan gudangan seusai mengikuti kegiatan jalan sehat diperkirakan mencapai 157 orang.

Mereka terdiri atas korban keracunan yang menjalani rawat jalan 101 orang dan rawat inap 56 orang. Sebanyak 101 warga yang rawat jalan dilayani di Puskesmas Kalijambe dan Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) Jetiskarangpung.

Tercatat jumlah korban yang rawat jalan di Puskesmas Kalijambe 71 orang dan di PKD Jetiskarangpung 30 orang. Sedangkan jumlah korban yang menjalani rawat inap di Puskesmas Kalijambe 37 orang.

Sementara jumlah korban yang rawat inap di RS rujukan terdiri 11 orang di RS Assalam Gemolong, tujuh orang di RSUD Gemolong, dan satu orang di RS Yakssi. Pada Jumat, semua korban sudah dibolehkan pulang.

“Total warga yang mengalami gangguan kesehatan 157 orang. Tapi yang rawat inap di tempat kami sudah tidak ada. Tadi pagi empat pasien terakhir sudah pulang,” tutur Kepala Puskesmas Kalijambe, Lukman Hakim.

Dia mengaku lega penanganan seluruh pasien bisa dioptimalkan. Seluruh tenaga puskesmas bekerja all-out mengobati para pasien. “Alhamdulillah semua bahu membahu sehingga pasien bisa tertangani dengan baik,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, kegiatan jalan sehat warga RT 004 Kalioso, Jetiskarangpung, Kalijambe, berakhir menyedihkan. Para peserta jalan sehat berjatuhan sakit dengan gejala sama, sakit perut.

Mereka pun berbondong-bondong memeriksakan diri ke puskesmas, bidan, dan rumah sakit terdekat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Makanan gudangan diduga penyebab sakit yang dialami warga.

Tokopedia