Guru Honorer Sragen Skeptis Diangkat Jadi PNS

Aksi guru honorer atau guru wiyata bakti di jalanan utama Kota Jepara, Jawa Tengah, Minggu (1/7 - 2018). (Antara/Yusuf Nugroho)
01 September 2018 06:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tenaga honorer guru di SMPN 1 Gemolong, Danny Kurniawan, 34, mengaku tak yakin bakal diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) meski Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mendapat persetujuan untuk mengangkat 100.000 tenaga honorer menjadi PNS tahun ini.

Danny mengaku belum tahu persis rencana pemerintah mengangkat guru honorer menjadi PNS. Sejauh ini belum ada pemberitahuan soal itu.

Warga RT 002/RW 001 Kaloran, Gemolong, itu tidak yakin ada rencana pengangkatan guru honorer menjadi PNS. “Kayaknya tidak ada [rencana pengangkatan honorer jadi PNS]. Saya tak yakin kalau ada itu,” aku dia kepada Solopos.com, Jumat (31/8/2018).

Guru honorer yang sudah 10 tahun mengajar teknologi informasi dan komunikasi (TIK) itu tidak mau berharap banyak pada janji dan rencana pengangkatan tenaga honorer jadi PNS. “Tapi semoga saja benar ada,” imbuh dia.

Danny menerangkan selama ini hanya mendapat honor bulanan dari sekolah. Nominal honor yang dia terima variatif per bulannya, tergantung jumlah jam mengajar. Kisaran honor dia Rp700.000 hingga Rp1 juta per bulan.

Untuk memperoleh pendapatan tambahan Danny bersama istri beternak unggas. “Soal honor tidak ada kata cukup. Untuk tambahan pendapatan saya ternak unggas. Kebetulan istri juga bekerja sebagai apoteker,” urai dia.

Danny mengaku sedang menimbang-nimbang untuk ikut perekrutan calon PNS oleh pemerintah pusat tahun ini. Dia mengaku sudah mendengar informasi ihwal rencana pembukaan lowongan calon PNS, termasuk di Sragen.

“Itu perekrutan dari jalur umum. Dulu kabarnya akan dibuka bulan Agustus tapi diundur karena waktunya berbarengan dengan Asian Games 2018. Saya mau lihat formasinya dulu seperti apa untuk Sragen,” sambung dia.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com, jumlah tenaga honorer di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen yang meliputi sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri berdasarkan data Dapodik Cut Off 5-3-2018 sebanyak 2.666 orang

Mereka terdiri guru non-PNS jenjang SMP 290 orang, tata usaha (TU) non-PNS 220 orang, guru non-PNS SD 2.009 orang, dan penjaga sekolah non-PNS 147 orang. Data itu dihimpun dari 49 SMP negeri dan 534 SD negeri di Sragen.

“Kalau berdasar Dapodik ya sebanyak itu. Itu data baru tahun ini,” tutur Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendididk dan Kependidikan Disdikbud Sragen, Sunari, Jumat (31/8/2018).



Tokopedia