Sunday Market Manahan Bubar, Pemkot Solo Dinilai Tak Pro Rakyat

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
02 September 2018 11:45 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kebijakan Pemerintah (Pemkot) Solo membubarkan Sunday Market Manahan selamanya per 9 September 2018 membuat warga kecewa. Warga menilai kebijakan Pemkot itu tidak pro rakyat.

Seorang warga Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Ari Anto, 43, berharap Pemkot tidak membubarkan Sunday Market di Gelora Manahan. Sunday Market telah menjadi tempat andalan bagi dirinya untuk menghabiskan waktu libur dengan keluarga.

Dia meyakini banyak warga lain yang menyesalkan keputusan Pemkot tersebut. Ari menyebut Sunday Market merupakan tempat wiata belanja yang cocok bagi masyarakat menengah ke bawah. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Sunday Market juga dinikmati masyarakat menengah ke atas.

“Saya sudah mendengar kabar Sunday Market Manahan akan ditutup. Kok bisa ya? Saya menyebut kebijakan Pemkot Solo itu tidak pro rakyat. Sunday Market selama ini kan menjadi tempat tujuan bagi masyarakat kecil khususnya yang ingin mencari hiburan di hari Minggu,” kata Ari saat berbincang dengan Solopos.com di Gelora Manahan, Minggu (2/9/2018).

Ari kurang sepakat dengan alasan Pemkot membubarkan Sunday Market di Gelora Manahan. Menurut dia, tidak masalah jika Gelora Manahan dipakai berjualan setiap Minggu pagi.

Ari menganggap keberadaan PKL Sunday Market tidak mengganggu aktivitas warga yang ingin berolahraga di Gelora Manahan. Dia yakin kebanyakan warga sudah menyadari akan keberadaan PKL Sunday Market sehingga siapa saja yang ingin berolahraga bisa menyesuaikan diri dan memilih tempat yang masih longgar di Gelora Manahan.

“Kalau masalah kemananan, saya rasa posisi PKL Sunday Market di seputaran velodrome cukup jauh dari lokasi proyek renovasi Stadion Manahan. Saya sih mendukung kegiatan Sunday Market tetap ada di Gelora Manahan. Sunday Market mohon jangan diliburkan atau malah dibubarkan,” jelas Ari yang mengaku rutin tiap pekan berkunjung ke Sunday Market.

Warga Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Arinsa Sekar Rini, 20, juga kecewa pembubaran Sunday Market di Gelora Manahan. Menurut dia, Sunday Market selama ini bukan hanya dinikmati warga Solo tapi juga warga luar Solo.

Arinsa pun kurang sepakat jika PKL Sunday Market pindah berjualan ke area car free day (CFD). Hal itu bakal membuat jumlah PKL di area CFD membeludak.

Kondisi itu akan mengurangi esensi penyelenggaraan CFD yang mulanya untuk kegiatan olahraga. Dia menyarankan Pemkot tetap memisahkan kegiatan CFD dengan Sunday Market.

“Saya kurang setuju jika Sunday Market Manahan dibubarkan. Usulan saya pemerintah bisa mempertahankan PKL Sunday Market tetap di sini meski sedang ada proyek perbaikan Stadion Manahan. Lagi pula CFD dan Sunday Market itu kan beda. Kebanyakan orang yang ingin berolahraga tentu larinya ke CFD. Sedangkan yang memang tujuannya ingin cari tempat buat jajan dan belanja akan menuju ke Sunday Market,” jelas Arinsa.