Flyover Manahan Solo Jadi, Jalur Lambat 2 Ruas Jalan Hilang

Pengendara sepeda motor hendak masuk ke pintu darurat yang dibuat dengan membongkar salah satu bagian pagar SMPN 1 Solo, Senin (30/7 - 2018). (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
02 September 2018 20:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai menyiapkan proyek normalisasi jalan-jalan sayap pendukung flyover (jalan layang) Manahan.

Normalisasi jalan sayap tersebut akan dikerjakan setelah proyek flyover rampung pada Oktober. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memetakan normalisasi jalan meliputi sayap kanan dan kiri Jl. Adisucipto serta Jl. M.T. Haryono.

Kepala Dinas PUPR Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan normalisasi jalan sayap belum bisa dikerjakan lantaran menunggu lebih dulu pengerjaan pembangunan flyover Manahan rampung.

“Sekarang belum bisa dilihat kondisi riilnya. Nanti kalau flyover sudah jadi, baru bisa dilihat jalan sayapnya mau diapakan,” kata Sita sapaan akrabnya ketika berbincang dengan Solopos.com, Minggu (2/9/2018).

Merujuk kondisi saat ini ruas jalan sayap kanan dan kiri baik Jl. Adisucipto serta Jl. M.T. Haryono digunakan sebagai jalan alternatif kendaraan yang melintas di bawah proyek flyover Manahan.

Jalan sayap tersebut berupa jalur lambat yang hanya bisa dilalui satu kendaraan searah. Selain itu terdapat pembatas jalan berupa taman. Dinas PUPR tengah mempertimbangkan untuk membongkar pembatas jalan tersebut.

“Jalur lambat kanan kiri baik di Jl. Adisucipto maupun Jl. M.T Haryono akan hilang dan dijadikan jalan cepat. Lebar jalannya berapa belum tahu karena nunggu flyover jadi dulu,” katanya.

Berjalan dengan beriringan pengerjaan normalisasi jalan sayap tersebut, Dinas PUPR akan mengerjakan sentuhan akhir dinding flyover Manahan yakni sentuhan karya seni berupa ornamen-ornamen khusus.

Yang jelas seluruh ornamen merupakan buatan tangan dan bukan pabrikasi. Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Solo Nur Basuki mengungkapkan dinding flyover Manahan sepanjang 1.500 meter akan diberi sentuhan ornamen khusus yang menandakan karakter khas Solo.

Ornamen itu bisa berupa tokoh pewayangan atau lainnya. Terdapat tiga sisi dinding yang akan diberi sentuhan ornamen itu, yakni utara, timur, dan barat. Sentuhan ornamen di masing-masing akan dibuat berbeda satu sama lain.

Sisi utara yaitu sekitar Manahan sentuhan ornamennya akan disesuaikan dengan bangunan-bangunan di sana. Sementara di sisi timur dan barat, yakni sekitar Hotel Agas akan dibuat berbeda.

Guna mendapatkan desain ornamen yang dinilai cocok dengan karakter Solo, Pemkot masih meminta masukan dari kalangan budayawan dan akademisi. “Konsep sentuhan ornamen pada dinding flyover Manahan masih kita matangkan,” katanya.