Waduh, Pengelola Parkir Stadion Manahan Solo Ini Rugi Rp5 Juta/Pekan

PKL Sunday Market mengadakan rapat bersama membahas sikap mereka, Minggu (2/9 - 2018), setelah Pemkot Solo memutuskan menutup Sunday Market. (Solopos/Nicholous Irawan)
02 September 2018 20:54 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com. SOLO – Pengelola area parkir Stadion Manahan Solo, CV Putra Bengawan Sejahtera (PBS), merugi sekitar Rp5 juta per pekan jika Sunday Market diliburkan. Kerugian itu ditambah hilangnya potensi pendapatan dari parkir saat pertandingan sepak bola yang kini tidak bisa digelar karena Stadion Manahan tidak digunakan selama renovasi dan pengembangan.

Manajer Keuangan CV PBS, Purwanto, mengatakan pendapatan parkir CV PBS terjun bebas setelah Stadion Manahan tak bisa lagi dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga. CV PBS paling merugi yakni kehilangan potensi pendapatan parkir dari suporter sepak bola yang ingin menyaksikan pertandingan tim kesayangan mereka di Stadion Manahan. Kemudian, dengan penutupan Sunday market, PBS bisa merugi Rp5 juta per pekan.

“Di dalam surat perjanjian kontrak dijelaskan bahwa kami berkesematan mengajukan keringanan jika di tengah masa kontrak ditemukan hal-hal seperti pengerjaan fisik Stadion Manahan itu. Kami tentu inginnya dapat keringanan seringan-ringannya. Namun, kemarin manajemen sudah mengajukan keringanan sekitar Rp200 juta,” kata Purwanto saat berbincang dengan solopos.com di Gelora Manahan, Minggu (2/9/2018).

Purwanto mengungkapkan nilai kontrak awal pengusahaan parkir Gelora Manahan, GOR Manahan, Stadion Sriwedari, dan Lapangan Kota Barat yang mesti dibayar CV PBS selama 2018 yakni sekitar Rp790 juta. “Yang jadi andalan kami kan pendapatan parkir di Gelora Manahan. Kalau pendapatan parkir di Stadion Sriwedari maupun Lapangan Kota Barat tidak terlalu bagus meski tengah digelar event. Di Gelora Manahan kami bisa memperoleh pendapatan lumayan karena daya tampung parkirnya juga besar. Jika tak ada proyek, Gelora Manahan bisa muat 2.000 sepeda motor dan 500 kendaraan roda empat,” terang dia.