Puluhan Penjual Batu Kesehatan Berkeliaran di Klaten, Awas Penipuan!

Ilustrasi penipuan (Solopos/Whisnu Paksa)
02 September 2018 12:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Sekelompok orang dilaporkan berkeliaran menawarkan batu kesehatan kepada warga di wilayah Prambanan, Klaten, dalam beberapa hari terakhir.

Camat Prambanan, Suhardi, mewanti-wanti warga agar berhati-hati karena bisa itu hanya modus mereka untuk melakukan penipuan. Warga diminta tak mudah terbujuk rayuan sekelompok orang diduga menipu berkedok penawaran produk batu kesehatan itu.

Dalam melakukan aksi mereka, anggota kelompok itu membuat calon korban terhipnotis dan tak sadarkan diri. Suhardi menjelaskan selama beberapa hari terakhir ada informasi yang beredar soal keberadaan kelompok itu di wilayah Prambanan.

Jumlah mereka sekitar 50 orang dan terbagi dalam lima kelompok masing-masing 10 orang. Setiap kelompok mendatangi satu per satu rumah warga untuk menawarkan produk batu kesehatan dengan sistem rekrutmen.

"Modelnya itu rekrutmen kepada pembelinya. Orang yang tertarik membayar Rp7 juta hingga Rp8 juta. Ternyata batu yang dimaksud tidak ada khasiatnya sama sekali," jelas Suhardi saat ditemui wartawan di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Sabtu (1/9/2018).

Suhardi menjelaskan dua orang di antara puluhan orang tersebut sempat dibawa ke Mapolsek Prambanan. Dari pengakuan kedua orang tersebut, masing-masing direkrut setelah membayar Rp5 juta-Rp6 juta dengan modus untuk pembelian batu kesehatan.

"Mereka itu seperti dihipnotis, tidak sadarkan diri. Saat di mapolsek dua orang itu sudah disadarkan dan dipulangkan. Yang jelas mereka bukan warga Prambanan melainkan dari luar kabupaten," terang dia.

Suhardi tak mengetahui asal kelompok itu. Namun, mereka dipastikan berasal dari luar kabupaten yang mengontrak rumah di sejumlah desa di Prambanan seperti Desa Geneng dan Randusari. Kelompok tersebut kini masih diburu keberadaannya yang diperkirakan masih di sekitar Prambanan.

Suhardi menjelaskan hingga kini belum ada laporan terkait warga Prambanan yang menjadi korban kelompok tersebut. Hanya, ia meminta warga berhati-hati jika didatangi sekelompok orang tak dikenal menjual produk batu kesehatan atau barang lainnya dengan sistem rekrutmen.

Apalagi jika mereka tak memperkenalkan diri hingga tak menyebutkan asal atau instansi mereka. "Kami sudah sampaikan ke para kades agar menginformasikan ke warga untuk hati-hati jika didatangi mereka. Kebanyakan yang direkrut itu masih usia muda," jelas dia.

Kades Randusari, Suharsi, menjelaskan sudah meminta konfirmasi ke seluruh ketua RW di wilayahnya. "Saya sudah mendatangi sembilan ketua RW. Namun, dari keterangan ketua RW tidak ada informasi soal kelompok tersebut," urai dia.

Hanya, dua hari sebelum imbauan camat keluar ada dua orang tak dikenal masing-masing laki-laki dan perempuan mendatangi Kantor Desa Randusari. Keduanya mengaku datang ke Randusari untuk memantau pelaksanaan program keluarga berencana (KB).

Keduanya enggan menyebutkan identitas dan hanya mengaku berasal dari Jakarta. Lantaran curiga dengan kedua orang tersebut, Suharsi tak mengizinkan mereka mendatangi rumah warga dengan alasan program KB.

"Kalau mereka memang petugas pasti ada surat tugasnya. Ketika saya minta mereka mengaku ada surat tugas namun tertinggal. Saat ditanya identitas dan asal instansi, mereka hanya menjawab ada di surat tugas. Warga saya minta tetap waspada dan hati-hati. Kalau ada orang tidak dikenal ditanya dulu identitas mereka dan keperluan mereka untuk apa," jelas dia.