Solopos Hari Ini: Asian Games 2018 Harapan Baru

Harian Umum Solopos edisi Senin (3/9 - 2018).
03 September 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Publik Indonesia patut menaruh harapan besar pada prestasi olahraga nasional di masa mendatang. Torehan 31 medali emas, 24 perak, dan 43 perunggu di ajang Asian Games 2018 menjadi bukti Indonesia punya modal untuk berprestasi di ajang dunia.

Dengan konsistensi dan kerja keras tanpa henti, bukan tak mungkin Merah Putih bakal berbicara banyak dalam Olimpiade 2020 yang dihelat di Tokyo, Jepang. Indonesia berhasil mendulang medali di 25 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan di Asian Games 2018.

Kabar tentang prestasi dan raihan medali akhir di ajang Asian Games 2018 itu menjadi kabar utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (3/8/2018). Berita itu bisa dibaca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain itu, Harian Umum Solopos edisi hari ini juga menyoroti kepastian atlet-atlet Indonesia peraih medali emas dalam mendapapatkan bonus. Selain bonus uang, mereka juga dipastikan bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), anggota TNI, atau anggota Polri tanpa tes.

Bonus Rp210 M Cair, Jadi PNS Tanpa Tes

Pemerintah menyerahkan bonus Rp210 miliar kepada para atlet dan pelatih yang meraih medali di Asian Games 2018, Minggu (2/9/2018). Atlet peraih medali di Asian Games 2018 juga mendapatkan bonus dengan bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS), anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan personel Polri tanpa tes.

Bonus juga diberikan kepada seluruh atlet Indonesia yang tidak meraih medali di Asian Games 2018. Penyerahan hadiah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada perwakilan atlet peraih medali emas, perak, dan perunggu, di Istana Negara, Jakarta.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, ada kabar terbaru tentang penutupan Sunday Market Solo yang menjadi berita utama. Berita tentang ibadah haji juga menjadi berita yang terdapat pada halaman utama Soloraya di Harian Umum Solopos.

Warga Kecewa

Sejumlah warga kecewa dengan kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo yang bakal menghentikan Sunday Market selamanya mulai 9 September mendatang. Seorang warga Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Ari Anto, 43, berharap Pemkot Solo batal membubarkan Sunday Market di Gelora Manahan.

Sunday Market selama ini menjadi tempat tujuan utama dirinya untuk menghabiskan waktu libur dengan keluarga. Dia meyakini banyak warga lain yang menyesalkan keputusan Pemkot Solo.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Keluarga Tak Perlu Jemput di Bandara & Asrama Haji

Masyarakat Jateng dan DIY diimbau tak menyambut atau menjemput kedatangan jemaah haji dari tanah suci baik di Bandara Adi Soemarmo maupun di Asrama Haji Donohudan, Boyolali karena rawan menganggu proses pemulangan jemaah haji itu sendiri. Tim Pemandu Ibadah Haji (TPIH) Kota Solo, Abdul Basid, mengimbau kepada masyarakat Kota Bengawan khususnya, lebih baik menjemput para jemaah haji di lokasi yang sudah ditentukan oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) masing-masing.

Dia memastikan para jemaah haji setelah mengikuti upacara penyerahan dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo ke panitia daerah di Asrama Haji Donohudan, segera diantar ke daerah asal oleh Panitia Pemberangkatan dan Pemulangan Haji (P3H) kota/kabupaten masing-masing.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.