Abaikan Penolakan, Panitia Ngotot Gelar Jalan Sehat Umat Islam di Solo

Poster Jalan Sehat Umat Islam & Masyarakat Solo (Instagram - @maklambeturah)
03 September 2018 12:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Panitia kegiatan jalan sehat umat Islam menghadirkan Neno Warisman di Kota Solo memastikan kegiatan itu tetap digelar pada Minggu (9/9/2018) mendatang meski banyak penolakan dari masyarakat.

Koordinator panitia kegiatan jalan sehat itu, Endro Sudarsono, mengatakan jalan sehat akan dilaksanakan dari Jalan Depan Masjid Kota Barat. Menurutnya, kegiatan ini sudah sesuai UU No. 9/1998 tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum.

“Jalan sehat nanti di jalan sepanjang depan Masjid Kota Barat. Secara administrasi sudah sesuai UU jika dilihat lokasinya itu tempat umum. Surat pemberitahuan, penanggung jawab kegiatan, dan surat komitmen untuk tetap menjaga kondusivitas keamanan dan kebersihan Kota Solo sudah dikirimkan ke Polri,” katanya, Minggu (2/9/2018).

Terkait penolakan terhadap kehadiran Neno Warisman dan Ahmad Dhani, Endro mengatakan hingga saat ini panitia belum mendapatkan alasan yang secara sah dan meyakinkan atas penolakan tersebut.

Untuk itu dengan berpijak pada Hak Asasi Manusia (HAM) yang dijamin UUD 1945 dan Undang Undang No. 9/1998, dia berharap acara ini akan terselenggara dengan aman, lancar, dan tertib.

Sementara itu, Polresta Surakarta belum memberikan izin penyelenggaraan acara jalan sehat tersebut. Jajaran Polresta Surakarta masih mempertimbangkan segi keamanan jalan sehat yang bakal menghadirkan aktivis #2019GantiPresiden, seperti Neno Warisman dan penyanyi Ahmad Dhani.

Hingga kini masih muncul pro dan kontra di masyarakat ihwal rencana kehadiran dua tokoh tersebut. “Sejauh ini kami masih menunggu pertimbangan lapangan. Kami juga harus mempertimbangkan segi keamanan karena adanya penolakan dari warga,” kata Wakapolresta Surakarta, AKBP Andy Rifai, Minggu.

Polresta tidak ingin potensi-potensi kerawanan keamanan di Kota Solo terganggu. Dengan kondisi ini, Polresta masih mempertimbangkan penerbitan izin untuk kegiatan jalan sehat tersebut.

Pertimbangan lainnya, Lapangan Kota Barat pada hari yang sama ada kegiatan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Izin telah lebih dahulu diajukan Pemkot Solo untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas).

Ihwal pemberitahuan kegiatan ke Polsek Banjarsari dan Polresta Surakarta dan dikirim panitia jalan sehat umat Islam pada 17 Agustus 2018 ditandatangani ketua panitia Dadyo Hasto serta surat pemberitahuan ke Polda Jateng yang dikirim 20 Agustus 2018, Wakapolresta menyatakan surat pemberitahuan aksi jalan sehat berbeda dengan surat izin kegiatan.

"Jadi sesuai PP 60 Tahun 2017 panitia yang akan melaksanakan kegiatan sudah menyampaikan kepada kami terkait masa pemberitahuannya. Namun bukan serta merta kami keluarkan izin," katanya.

Wakapolresta menegaskan hingga kini Polresta belum menerbitkan izin penyelenggaraan jalan sehat tersebut. Wakapolresta meminta pihak-pihak terkait memahami hal itu.

Porwaso

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan Pemkot tidak memberikan izin penggunaan Lapangan Kota Barat untuk acara Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo pada 9 September mendatang. Stadion mini tersebut akan digunakan Pemkot untuk menggelar Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) dalam rangka peringatan Haornas.

“Porwaso itu sudah diatur di Perda sejak tahun lalu. Agendanya sudah tercatat, ada anggarannya dan memang tempatnya di Kota Barat. Tidak ada hubungannya dengan jalan sehat itu,” jelas Rudy sapaan akrabnya.

Porwaso merupakan perlombaan yang diikuti seluruh warga Solo melalui perwakilan kampung maupun kelurahan. Pemkot membuat berbagai perlombaan tradisional seperti lomba bakiak, gobak sodor, dan tarik tambang.

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta melakukan senam massal di lapangan Kota Barat. “Memang agendanya sudah direncanakan, ada tidaknya acara Neno atau siapa itu ya Porwaso tetap ada,” katanya.

Terkait rencana jalan sehat Umat Islam, Rudy meminta panitia menyesuaikan diri. Dia juga secara tegas melarang agenda jalan sehat tersebut disusupi agenda politik dan melintas di area car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi.

“Kalau ada muatan politis, jangan lewat CFD. CFD itu hanya boleh untuk olahraga, kesenian, budaya dan ekonomi. Silakan saja kalau tidak ada unsur politiknya,” imbuhnya.

Selain aksi jalan sehat umat Islam, sebelumnya Pemkot juga tidak memberi izin kepada sukarelawan Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang akan menggelar deklarasi di Taman Balekambang pada 1 September. Dia menyebut ada alasan mendasar penolakan itu, yakni Taman Balekambang merupakan fasilitas publik yang dikelola Pemkot.



Tokopedia