PKL Sunday Market Pindah ke Alkid? Keraton Solo: No Way!

Alun/alun Kidul Keraton Solo. (Solopos/Dok)
03 September 2018 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengelola Keraton Kasunanan Surakarta memastikan tidak akan memberikan izin Alun-Alun Kidul (Alkid) untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) pindahan dari Sunday Market Manahan.

Kerabat Keraton Solo yang mengklaim sebagai Ketua Pengelola dan Pelaksana Alkid Keraton Solo, K.R.M.H. Aditya Soerya Herbanu, menegaskan Alkid tidak bisa dipakai untuk menampung PKL Sunday Market Manahan.

Dia khawatir keberadaan PKL Sunday Market merusak kawasan Alkid. Selain itu, Keraton ingin mencegah terjadinya konflik antara PKL Alkid dengan PKL Sunday Market. Dia meyakini para PKL lama di Alkid tentu khawatir kehilangan pelanggan setelah kedatangan PKL Sunday Market.

“Tidak bisa kalau Alkid untuk Sunday Market. Alasanya ya tidak jauh dari kehawatiran kami yang ingin rumput di Alkid tidak rusak. Kemudian, kami tidak mau terjadi konflik antara pedagang lama dengan pedagang baru,” kata Herbanu saat diwawancarai Solopos.com, Senin (3/9/2018).

Berdasarkan catatan Solopos.com, kebijakan Herbanu tersebut berlawanan dengan perkataan kerabat Keraton Solo lainnya, K.G.P.H. Puger, saat bertemu Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo di Alkid pada 19 April 2016 lalu.

Puger yang saat itu menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Paku Buwono (PB) XIII Keraton Solo mengizinkan Pemkot merelokasi PKL Sunday Market dari Gelora Manahan ke Alkid. Dia meyakni Alkid mampu dan cukup menampung seribuan PKL Sunday Market.

Puger saat itu hanya meminta PKL ditata agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat yang ingin berolahraga di Alkid.

“Kami hitung dulu PKL yang mau masuk Alkid berapa? Space Alkid yang mau digunakan untuk PKL mesti ditentukan dulu. Jangan sampai space ini kosong atau tidak digunakan untuk kepentingan umum. Meski boleh dipakai, Alkid harus digunakan sesuai aturan. Kalau mau ditata ya bagus, para PKL ini nantinya yang bakal diuntungkan dan laris ketika berjualan di Alkdi,” terang Puger kala itu.

Saat dimintai tanggapan, Ketua Serikat Pedagang Minggu Pagi Manahan (SPMPM) Joko Santoso alias Yuli de Santos, ogah jika harus pindah berjualan di luar Gelora Manahan. Dia menyebut para PKL Sunday Market telah bersepakat hanya punya satu tuntutan yakni Pemkot batal membubarkan Sunday Market Manahan.

Yuli memastikan PKL siap ditata lagi seperti pada 2016 lalu asal masih boleh berjualan di Gelora Manahan. Yuli menyebut dalam waktu dekat para PKL Sunday Market akan mencoba menemui Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo untuk menyampaikan aspirasi soal penutupan Sunday Market Manahan.

“Tuntutan kami masih sama. PKL ingin tetap bisa berjualan di Gelora Manahan. Para PKL menolak Sunday Market ditutup atau dipindah. Kami mohon Pemkot bisa mendengar keluhan kami. Bisa dicek, kebanyakan PKL selama ini mengandalkan hidup dari berjualan di Sunday Market. Lalu bagaimana nasib para PKL tersebut jika Sunday Market ditutup,” jelas Yuli.

Yuli mengatakan pengurus SPMPM kini tengah mempersiapkan aksi besar-besaran menuntut Wali Kota batal menutup Sunday Market. Dia yakin akan ada banyak PKL yang terlibat dalam aksi tersebut. Rencananya aksi digelar Rabu (5/9/2018) atau Kamis (6/9/2018).



Tokopedia