Paket Wisata Gamelan Desa Wirun Sukoharjo Disiapkan, Anda Berminat?

Pengrajin membuat hiasan gamelan bermotif naga di sentra industri gamelan Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/8 - 2018). (Istimewa)
03 September 2018 21:05 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kelompok sadar wisata (pokdarwis) Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah,  menyiapkan paket wisata guna merangsang minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Hal itu dilakukan dengan memberdayakan para pelaku ekonomi kreatif serta pegiat seni dan budaya.

Pada Senin (27/8/2018), Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Jateng menggelar workshop pengembangan desa wisata berbasis ekonomi kreatif di Balai Desa Wirun. Kegiatan itu dihadiri sekitar 25 pelaku ekonomi kreatif serta pegiat seni dan budaya.

Kepala Bidang Litbang dan Iptekin Bappeda Jateng, Tri Yuni Atmojo, mengatakan pusat keunikan Desa Wirun yakni kampung pengrajin gamelan yang dipasarkan hingga mancanegara. Proses pembuatannya masih menggunakan cara-cara tradisional dan memerlukan ketrampilan khusus.

“Kami mendorong agar para pelaku ekonomi kreatif bisa bersinergi untuk mengembangkan potensi-potensi itu. Kemudian, potensi wisata maupun ekonomi kreatif dikemas secara apik lewat paket wisata,” kata dia, saat berbincang dengan solopos.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Tri Yuni Atmojo, Pemprov Jateng menargetkan membentuk 58 desa inovatif berbasis ekonomi kreatif pada 2018. Salah satu desa inovatif itu yakni Wirun lantaran menyimpan berbagai potensi sumber daya alam dan pariwisata yang bisa dikembangkan pada masa mendatang.

Sebelumnya, tim dari Pemprov telah mengunjungi sejumlah lokasi seperti sentra industri gamelan dan Pura Sahasra Adhi Pura. Mereka juga mengunjungi para pengrajin kain tenun goyor dan wisata kuliner.

“Para pelaku ekonomi kreatif diajak mengunjungi desa inovatif yang telah menyiapkan paket wisata di Desa Kepuhsari, Kecamatan Manyaran, Wonogiri. Saya harap hasil dari kegiatan kunjungan bisa menjadi referensi untuk pengembangan desa inovatif,” ujar dia.

Lebih jauh, Tri menambahkan elemen masyarakat harus dilibatkan dalam pengembangan desa inovatif. Mereka bisa membuka usaha penginapan atau home stay, laundry pakaian, serta warung makan. Hal itu berimplikasi pada meningkatnya perekonomian desa dan warga setempat.

Sementara itu, seorang pengurus Pokdarwis di Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Ari, menyatakan para pelancong lokal maupun mancanegara bakal tertarik mengunjungi objek wisata di Desa Wirun apabila ada paket wisata atau event budaya. Para wisatawan bisa mengunjungi lebih dari dua objek wisata.

Wisatawan, menurutnya, bisa belajar membuat gamelan hingga mencicipi kuliner khas Desa Wirun. “Masyarakat sangat antusias dan bergairah apabila ada wisatawan yang mengunjungi sentra kerajinan gamelan,” kata dia.