Bayi Perempuan Dalam Tas Dibuang di Prambanan Klaten

Bayi perempuan yang ditemukan di tepi jalan raya Solo-Jogja, Desa Kotesan, Prambanan, Klaten, Senin (3/9 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
03 September 2018 16:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Bayi perempuan ditemukan di tepi jalan raya Solo-Jogja, Dukuh Kongklangan, Desa Kotesan, Kecamatan Prambanan, Klaten, Senin (3/9/2018) pagi. Saat ditemukan, bayi ditempatkan di dalam tas.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, bayi itu ditemukan sekitar pukul 06.30 WIB oleh seorang pemulung yang melintas tak jauh dari Masjid Nurussalam. Saat itu, pemulung tersebut melihat ada tas tergeletak di antara dua rumah.

Saat didekati, di dalam tas wanita warna cokelat itu ternyata ada bayi. Pemulung itu lantas memberi tahu warga sekitar dan di bayi kemudian dibawa ke rumah bidan desa setempat, Tri Hartati, untuk mendapatkan perawatan sebelum dilaporkan ke Mapolsek Prambanan.

Saat ditemukan, bayi itu tak mengenakan baju dan hanya dibungkus kerudung. Ibu bayi itu diperkirakan melakukan proses persalinan tanpa bantuan petugas kesehatan. Hal itu bisa dilihat dari potongan tali pusar yang tak rapi, ada bercak darah, serta belum terbungkus kain.

Kondisi bayi itu normal dengan panjang 46 sentimeter dan berat sekitar 2,6 kg. "Perkiraan lahir sekitar pukul 02.00 WIB karena kondisi saat ditemukan masih merah. Ketika dibawa ke tempat saya, bayi ini kedinginan lalu saya hangatkan dan saya ikat tali pusarnya," kata Tri Hartati saat ditemui wartawan di Desa Kotesan, Prambanan.

Hingga Senin siang, bayi tersebut masih dirawat di rumah Utik, 38, warga yang tinggal bersebelahan dengan Masjid Nurussalam sembari menunggu petugas dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Klaten datang untuk mengambilnya.

Utik mengatakan sudah ada sekitar enam orang yang mendatanginya dan menyatakan minat mengadopsi bayi tersebut hingga pukul 10.00 WIB. Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Prambanan, Sri Wahyu Setyorini, mengatakan masih mendata dan melaporkan hasil temuan itu ke Dissos P3AKB.

"Dari dinas nanti menentukan bayi ini mau dititipkan ke panti mana," urai dia.

Rini menuturkan sudah ada puluhan orang yang menyatakan minat mengadopsi bayi itu. "Tetap harus prosedural diawali dengan pengajuan ke Dinsos P3AKB," jelas dia.

Yuni termasuk yang menyatakan minat mengadopsi bayi itu. Warga Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, itu sempat mendatangi mapolsek untuk mengajukan diri mengadopsi bayi itu.

"Saya orang ketiga yang tadi menyatakan minat mengadopsi. Semula dikira cowok ternyata cewek. Ya tentu saya sayangkan sikap orang tua bayi itu. Daripada ditelantarkan di tepi jalan seperti itu lebih baik diberikan saja," jelas dia.

Tokopedia