Wow, Desa Jeblog Klaten Panen Ikan Nila Sampai 3 Ton

Suasana panen raya ikan di kolam milik Sari Mina Nusantara, Dukuh Pemesari, Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom, Klaten, Minggu (2/9/2018).(Solopos - Cahyadi Kurniawan)
03 September 2018 20:45 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN--Tong-tong berisi ikan dipikul mengiringi sebuah tumpeng kecil yang diarak sekelompok orang. Mereka menuju ke sebuah tempat tinggi dari bambu, persis di tengah-tengah hamparan kolam ikan.

Di tempat itu, doa dipanjatkan. Puji-puja syukur itu dilanjutkan dengan kehadiran sekelompok penari yang gerakannya menceritakan rasa suka cita atas anugerah Yang Maha Kuasa. Perayaan panen raya ikan nila dilanjutkan dengan pentas musik perkusi oleh anak-anak Jatinom, Klaten. Semua prosesi itu digelar melibatkan seluruh warga Desa Jeblog, Kecamatan Karanganom, Klaten.

Minggu (2/9/2018), ikan nila yang dipanen mencapai sekitar 3 ton. Ikan itu dibudidayakan sejak tiga bulan lalu. Upacara panen raya digelar karena hasil panen kali ini terbilang melimpah dengan harga yang bagus. Saat ini, harga ikan nila di pasar mencapai Rp30.000 per kilogram. Harga itu jauh lebih dibanding biasanya saat musim haji tiba yang mencapai Rp15.000 per kg.

Tahun ini berbeda. Harganya stabil tinggi. Nanti sebanyak satu kuintal ikan dibagikan kepada warga sekitar. Istilahnya pagar mangkok,” kata anggota staf operasional kolam ikan milik Sari Mina Nusantara saat ditemui Espos seusai acara di Dukuh Pelemsari, Desa Jeblog, Karanganom, Minggu.

Hasil ikan di Desa Jeblog dikenal sebagai ikan sehat. Ikan dibudidayakan dalam air jernih yang mengalir sepanjang tahun. Di kolam dengan kedalaman 120 sentimeter itu terlihat dasar kolam yang bersih. Salah satu indikator ikan sehat adalah sinar matahari bisa menembus dasar kolam dengan kedalaman empat meter. Air berganti setiap hari. Ikan terus bergerak. Pakan pun diselingi antara voor dan lumut secara berkala,” terang Dwiyanto.

Untuk memastikan pertumbuhan ikan berjalan normal, ia rutin mengukur berat ikan. Setiap sepekan sekali ia melakukan pengambilan contoh dengan menimbang satu kg ikan. Sebagai contoh misalnya, pada penimbangan pertama, ikan sekilo berisi 20 ekor. Lalu, pekan berikutnya sekilo berisi 15-17 ekor, dan pekan depannya lagi menjadi 13-15 ekor.

Kalau pekan berikutnya jumlahnya masih sama berarti ada masalah. Penanganannya bervariasi tergantung indikasi yang ada. Kalau cuaca panas, ikan stres. Kalau dingin, asupan oksigen berkurang. Penanganannya diberi vitamin atau obat-obatan tergantung indikasinya apa,” beber dia.

Lazimnya, saat berusia tiga bulan, ikan tumbuh dari ukuran glondong menjadi ukuran konsumsi. Untuk kebutuhan pasar, sekilo nila biasanya berisi 3-4 ekor. Untuk kebutuhan restoran, sekilo ikan nila berisi 5-7 ekor. “Ikan dari sini kebanyakan dipasarkan ke Soloraya.”

Kepala Desa (Kades) Jeblog, Henry Prakosa, menyatakan kegiatan yang digelar di Sari Mina Nusantara merupakan salah satu cara untuk menarik wisatawan ke Desa Jeblog. Desa Jeblog menjadi bagian dari kawasan minapolitan yang dikembangkan di Klaten. Ke depan, Desa Jeblog menyiapkan destinasi wisata edukasi di Dukuh Nglorogrejo dengan fasilitas kolam renang, permainan anak tradisional, penyemaian pohon, hingga memancing dan wisata kuliner. “Sarana outbound dan home stay juga ada,” ujar Kades.

Di Jeblog, lanjut Kades, kawasan perikanan digarap di lahan seluas empat hektare. Ikan-ikan itu dipasarkan ke Soloraya hingga Semarang. Setiap tahun, Desa Jeblog bisa menghasilkan 5-7 ton ikan. “Ikan sehat ini rasanya jauh lebih enak,” terang Henry.