Bawaslu Sukoharjo Temukan 1.233 Pemilih Ganda, Ini Daerah Terbanyaknya

Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) KPU Sukoharjo, Mulat Bayu Aji (kiri) saat memberikan klarifikasi ihwal data pemilih ganda di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo, Senin (3/9 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)).
04 September 2018 14:02 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sukoharjo menemukan 1.233 pemilih ganda yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo diminta segera menindaklanjuti dengan mencoret data pemilih ganda.

Bawaslu Sukoharjo menggelar rapat pleno untuk membahas temuan data pemilih ganda di kantor setempat, Senin (3/9/2018). Rapat pleno itu dihadiri lima komisioner Bawaslu Sukoharjo dan Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) KPU Sukoharjo, Mulat Bayu Aji.

Ribuan data pemilih ganda di DPT pemilu 2019 itu tersebar di 12 kecamatan se-Sukoharjo. “Ada 1.233 pemilih ganda yang tercatat dalam DPT pemilu 2019. Paling banyak di wilayah Grogol, Mojolaban, Kartasura dan Nguter,” kata Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin.

Temuan data pemilih ganda merupakan hasil pencermatan petugas pengawas pemilu lapangan (PPL) dan anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) saat tahap perbaikan penyusunan DPS Hasil Perbaikan (DPSHP) pemilu 2019. Komisioner Bawaslu lantas memintai klarifikasi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ihwal data pemilih ganda itu.

Hal serupa juga dilakukan saat rapat pleno dengan komisioner KPU Sukoharjo. “Saya ingin memastikan apakah rekomendasi Bawaslu telah ditindaklanjuti KPU Sukoharjo atau belum. Jumlah data pemilih ganda di DPT pemilu cukup banyak dan berpotensi menimbulkan permasalahan jika tak kunjung ditindaklanjuti,” ujar Bambang.

Sebelumnya, Bawaslu telah memberi rekomendasi agar KPU Sukoharjo mencoret 2.585 pemilih ganda pada Juli. Namun, hingga sekarang, masih ada ribuan pemilih ganda yang tercatat dalam DPT Pemilu 2019.

Sementara itu, Komisioner Divisi Pemutakhiran Data Pemilih (Mutarlih) KPU Sukoharjo, Mulat Bayu Aji, menyatakan ada kendala teknis server aplikasi sistem informasi data pemilih (Sidalih) saat mencocokan data pemilih di tingkat kecamatan. Menurut Bayu, proses pemutakhiran data pemilih secara online hanya dilakukan di tingkat kecamatan.

Sedangkan, proses pemutakhiran data pemilih di tingkat desa/kelurahan masih secara offline. “Banyak keluhan terkait server aplikasi Sidalih. Banyak kendala teknis penggunaan aplikasi. Kami bakal mencocokkan kembali data pemilih sesuai rekomendasi Bawaslu,” kata dia.