Penyaluran Hewan Kurban Lazismu Sragen Tembus Rp7 Miliar

Sukarelawan Lazismu Sragen menyalurkan hewan kurban kepada korban gempa di Posko MDMC, Lombok Utara, belum lama ini. (Istimewa/Lazismu Sragen)
04 September 2018 07:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sragen menyalurkan hewan kurban sapi dan kambing senilai Rp7.407.952.000 pada Iduladha 2018.

Berdasarkan hasil penghimpunan data jumlah hewan kurban se-Kabupaten Sragen, Lazismu menyalurkan 925 ekor yang terdiri atas 381 ekor sapi dan 544 ekor kambing.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Sragen, Ikhwanushoffa, saat ditemui Solopos.com, Senin (3/9/2018), menyampaikan data hewan kurban itu dihimpun dari Kantor Layanan Lazismu di 20 kecamatan dan Lazismu Daerah Sragen.

Dia mengungkapkan sebenarnya Lazismu hanya memasang target Rp5 miliar pada tahun ini ternyata realisasi melebihi proyeksi hampir 150%. Dia mengatakan realisasi penyaluran hewan tersebut meningkat 69,28% bila dibandingkan realisasi penyaluran hewan kurban pada 2017.

“Pada 2017 realisasi jumlah hewan kurban yang disalurkan terdiri atas 200 ekor sapi dan 521 ekor kambing sehingga total 721 ekor dengan total senilai Rp4.376.190.000. Sementara realisasi pada 2018 mencapai Rp7.407.952.000. Hewan kurban sapi senilai Rp116.750.000 di antaranya disalurkan lewat program Rendangmu, yakni daging olahan kalengan yang bisa diberikan kepada para korban bencana alam,” ujar Ikhwan.

Dia mengakui kesadaran masyarakat untuk berkurban meningkat tetapi pemerataan penyaluran hewan kurban belum merata. Dia melihat realisasinya masih berada di lingkungan sekitar pengurban walaupun ada beberapa daerah mulai dibawa ke luar daerah, seperti Masaran.

Dia mengimbau masyarakat agar penyalurannya merata maka masyarakat diimbau memanfaatkan lembaga amil zakat, seperti Lazismu.

Selain itu, program Rendangmu yang ditawarkan Lazismu ternyata mendapat respons baik karena jumlah hewan kurban yang dikemas dalam belum olahan daging kalengan meningkat hampir 400%.

Dia melanjutkan sebagian hewan kurban dari Sragen itu ada yang dikirim kepada para korban gempa di Lombok. Seiring dengan pengiriman hewan kurban itu, Lazismu sudah menghimpun dana peduli Lombok yang terkumpul sampai Rp300 juta.

Dia menyampaikan umat Islam benar-benar mendalami kurban sebagai ibadah napak tilas Ibrahim. Fenomena kurban tersebut dinilai Ikhwan sama dengan fenomena haji yang sama-sama sebagai napak tilas perjuangan Nabi Ibrahim.

Namun Ikhwan melihat ironi haji yang membeludak bahkan daftar antreannya sampai 20 tahun tetapi kemiskinan di negara ini masih tinggi.

“Jumlah anggota jemaah calon haji yang antre itu bisa mencapai 3% dari penduduk potensial haji tetapi kesadaran zakat di negeri ini hanya 1%. Padahal warga yang berhaji itu otomatis warga wajib zakat. Inilah ironinya. Masyarakat muslim terjebak dalam budaya hedonisme. Padahal perintah wajibnya zakat itu sejajar dengan perintah wajibnya salat. Sementara haji hanya bagi yang mampu,” tuturnya.

Dia sering kali menyerukan zakat ke publik lewat media massa dan media sosial tetapi responsnya tidak terlalu signifikan. Dia mulai mengevaluasi dan berdiskusi denga beberapa tokoh hingga akhirnya menemukan formula strategi dakwah zakat. Dia menyadarkan masyarakat untuk wajib zakat dengan memanfaatkan para dai.



Tokopedia