Cukup Bukti, 1 Kasus Seleksi Perdes Sragen Naik Penyidikan

Para calon perangkat desa dari 17 desa berdemo di Alun-alun Sragen, Senin (13/8 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
04 September 2018 17:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Polres Sragen menaikkan satu kasus dugaan permainan dan penyimpangan dalam seleksi perangkat desa (perdes) Sragen 2018 ke penyidikan. 

Hal ini berarti polisi sudah mengantongi cukup bukti dan kemungkinan tersangka. "Ada satu [kasus] yang kami naikkan ke tahap penyidikan," ujar Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat diwawancarai wartawan, Selasa (4/9/2018). 

Tapi Arif menolak menyebutkan kasus di desa atau kecamatan mana yang dia maksud. Dia beralasan akan menyampaikan keterangan secara gamblang bila sudah tiba saatnya.

"Nanti kami sampaikan secara terperinci bila kami sudah tetapkan tersangkanya. Nanti lah, sabar," kata dia. 

Arif juga menolak menyebutkan berapa calon tersangka kasus tersebut. Arif meminta masyarakat dan awak media bersabar menunggu perkembangan penyelidikan dan penyidikan polisi. Saat ini menurut dia ada beberapa laporan masuk.

Polisi harus mencermati berkas laporan dan data-data dengan teliti. "Jangan diuber-uber, nanti malah salah sebab banyak sekali berkas masuk. Kami harus metani [meneliti] satu-satu," kata dia.

Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki, berharap berbagai laporan dugaan kecurangan dalam pelaksanaan seleksi perdes bisa ditindaklanjuti oleh kepolisian.

Menurut dia, masyarakat butuh kepastian hukum ihwal ada atau tidaknya kecurangan saat seleksi perdes. Apalagi selama ini gencar informasi ihwal indikasi adanya kecurangan.

"Masyarakat telanjur mendengar dan membaca indikasi adanya kecurangan, pengondisian, dan sebagainya. Saya pikir perlu adanya kepastian hukum ihwal kasus tersebut," tutur dia.

Andang juga berharap kisruh penyelenggaraan seleksi perdes 2018 bisa menjadi pembelajaran bagi Pemkab Sragen. Tujuannya agar permasalahan yang sama tidak terulang ke depannya.

Tokopedia