Pengangkatan CPNS, Guru Honorer Boyolali Anggap Pemerintah PHP

Ilustrasi tes CPNS. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
04 September 2018 08:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Sejumlah guru honorer/wiyata bakti di Boyolali tidak antusias menyambut kabar rencana pengangkatan 100.000 tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Mereka bahkan mengaku sudah kebal dengan kabar dari pemerintah yang mereka anggap pemberi harapan palsu (PHP). Binti Puji Wiyani, guru honorer di SDN Balangan, Kecamatan Teras, menyambut dingin kabar kemungkinan dirinya diangkat menjadi CPNS.

Dia tidak terlalu mempedulikan apakah akan ada pengangkatan CPNS bagi guru honorer atau tidak. “Saya biasa saja. Tidak berharap, tapi tidak pesimistis. Kalau memang ada pengangkatan tentu nanti akan ada kabar dan aturan yang jelas. Kalau tidak ada [pegangkatan], ya biarkan saja,” ujarnya saat ditemui wartawan di sekolahnya, Senin (3/9/2018).

Baginya, yang terpenting saat ini adalah menjalankan tugas dan mengabdi sebagai pengajar. “Yang penting kerja saja lah,” imbuhnya.

Sementara itu, rekan sesama guru honorer di sekolah yang sama, Siti Nurjanah, mengatakan kabar mengenai rencana pengangkatan guru honorere menjadi CPNS sudah kerap didengar. Namun kenyataannya, sampai saat ini belum ada realiasi bagi dirinya.

“Sudah sering ada kabar seperti itu. Paling ya PHP [pemberi harapan palsu] lagi,” ungkapnya pesimistis.

Karenanya, dia sudah tidak antusias lagi menyambut kabar tersebut. Bahkan Nur menyatakan pesimistis rencana itu terealisasi bagi dirinya dan guru-guru honorer lain di sekolahnya.

Terpisah, Rahma, salah satu guru honorer di SDN 1 Kemasan, Kecamatan Sawit, mengatakan hal senada. Menurut Rahma, kabar rencana pengangkatan CPNS bagi guru honorer tak lebih sekadar PHP. “Paling PHP seperti sebelumnya,” kata dia.

Sebelumnya, kabar serupa sudah pernah diterimanya pada Juli lalu. Saat itu, para guru honorer sangat antusias menyambutnya. Sebagian guru honorer malah sudah mulai mencicil persyaratan umum pengangkatan CPNS seperti surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).

“Dulu malah sampai ada yang sudah bikin SKCK dengan harapan kalau benar-benar ada pengangkatan, sudah ada persyaratan yang dicicil,” kata dia.

Bahkan, para guru honorer membuat grup Whatsapp (WA) untuk update informasi mengenai rencana pengangkatan CPNS. “Dulu segala informasi dibagikan di grup WA itu. Tapi karena tidak ada kelanjutan atau kejelasan, akhirnya grup itu sepi lagi,” imbuhnya.

Di sisi lain, para guru honorer itu berharap pemerintah memberikan informasi yang jelas mengenai rencana pengangkatan CPNS tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Darmanto mengatakan belum dapat memberikan keterangan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada regulasi yang jelas mengenai rencana pengangkatan guru honorer menjadi CPNS.

“Kami belum bisa ngomong apa-apa. Kami belum lihat regulasinya,” ujarnya saat ditemui di Pasar Pengging, Banyudono, Sabtu (1/9/2018).



Tokopedia