De Tjolomadoe Karanganyar Pertegas Identitas Lewat Suvenir

Toko suvenir Goela di kompleks De Tjolomadoe, Desa Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Senin (3/9 - 2018). (Solopos/Iskandar)
04 September 2018 10:40 WIB Iskandar Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- De Tjolomadoe yang sebelumnya merupakan pabrik gula Colomadu kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata dan convention hall di Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, makin lengkap dengan toko cinderamata.

“Kami meresmikan satu spot baru di De Tjolomadoe yaitu toko cinderamata Goela. Kenapa Goela, sebagaimana diketahui kawasan ini dulu merupakan pabrik gula sehingga kami ingin melestarikan karakter bangunan ini,” ujar Direktur Utama De Tjolomadoe, Rachmat Priyatna, ketika ditemui wartawan di sela-sela peresmian, toko tersebut, Senin (3/9/2018).

Menurut dia, barang-barang yang dijual di toko suvenir itu untuk mengenang kejayaan pabrik gula masa lalu dengan beberapa desain yang temanya vintage. Dia mengklaim tema-tema tersebut disukai kalangan melineal sehingga dihadirkan dalam berbagai bentuk.

Dia sadar toko tersebut belum sesempurna seperti yang diharapkan. “Tapi dengan mengucap bismillah kita mulai hari ini untuk menyongsong perbaikan, kelengkapan agar menjadi lebih baik lagi sebagai toko cinderamata,” papar dia.

Barang-barang yang dijual di toko cinderamata Goela di antaranya kaus, mug, topi, post card, dompet, dan sebagainya. Selain itu ada satu produk gula yang diberi nama Gendhis.

“Kalau tidak salah gendhis yang berasal dari bahasa Jawa artinya gadis manis. Gulanya berwarna pink, yang warna ini identik dengan manis. Warna pink disukai gadis-gadis dan cowok-cowok juga suka dengan sosok yang manis dan cantik. Mudah-mudahan toko suvenir ini bisa menjadi toko oleh-oleh yang memorable dari De Tjolomadoe,” ujar dia.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan toko cinderamata Goela ini dikelola manajeman De Tjolomadoe tanpa melibatkan pihak ketiga. Sedangkan produksi barangnya menggandeng pengusaha lokal.

Rachmat mengakui pada tahap awal ini belum mengemas tokonya layaknya toko oleh-oleh seperti di beberapa tempat lain. Saat ini dia masih fokus pada identitas diri De Tjolomadoe sehingga diharapkan hal ini menjadi eksklusif dan lebih baik.

“Mudah-mudahan toko suvenir ini bisa menjadi toko oleh-oleh cukup memorable dari De Tjolomadoe,” kata dia.

Tokopedia