Polisi Karanganyar Buru Pelaku Tabrak Lari di Sringin

Ilustrasi kecelakaan (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
04 September 2018 18:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Aparat Polres Karanganyar memburu pelaku tabrak lari di Jalan Desa Sringin, Jumantono, Karanganyar, yang mengakibatkan hilangnya nyawa Wartanan, 24, warga Kampung Jembatan, Kelurahan Penggilingan, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Senin (3/9/2018) pukul 20.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, pelaku tabrak lari itu diduga mengendarai sepeda motor. Hal itu berdasarkan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Polisi sempat kesulitan mengidentifikasi korban karena tidak ada kartu identitas. Polisi berhasil mengungkap identitas korban setelah melibatkan Tim Inafis Polres Karanganyar.

Mereka menggunakan teknologi Mobile Automated Multi Biometric Identification System (Mambis). Korban sudah melakukan perekaman data KTP elektronik.

Kapolsek Jumantono, AKP Sutami, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, menuturkan Wartanan ditemukan warga tergeletak di jalan. Tubuhnya ditemukan warga Sringin, Jumantono, Dedi Hermawan, saat hendak pulang seusai makan mi ayam.

Warung makan mi ayam itu tidak jauh dari lokasi kejadian. "Senin pukul 20.00 WIB, saksi [Dedi] menongkrong di warung mi ayam. Dia mengaku melihat korban jalan kaki tanpa alas kaki dari timur ke barat. Ekspresi wajah korban senyum-senyum. Selang 15 menit, dia [Dedi] pulang naik motor ke barat. Sekitar 50 meter dari warung, dia melihat orang tergeletak di jalan," kata Sutami saat dihubungi Solopos.com, Selasa (4/9/2018).

Kondisi Wartanan saat kali pertama ditemukan ada luka di kepala belakang. Dedi memutuskan kembali ke warung mi ayam untuk memberi tahu orang-orang di warung itu.

Sejumlah orang lalu menuju lokasi dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Jumantono. "Kami ke lokasi kejadian. Berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Karanganyar dan Satuan Lalu Lintas Polres Karanganyar. Kami juga melakukan olah TKP [tempat kejadian perkara]. Saat itulah kami menemukan serpihan bodi diduga bagian sepeda motor," jelas dia.

Wartanan dibawa ke Puskesmas Jumantono untuk mendapatkan visum dan pengecekan medis. Selanjutnya, jenazah Wartanan dibawa ke RSUD Karanganyar.

"Hasil pemeriksaan medis terdapat luka di kepala, tidak ada luka memar, hasil pemeriksaan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal setelah terlibat kecelakaan lalu lintas tabrak lari. Hal itu dikuatkan dengan temuan pecahan bodi motor di lokasi," tutur dia.

Berbekal identitas yang ditemukan menggunakan teknologi Mambis, polisi menghubungi keluarga Wartanan melalui Bhabinkamtibmas Polsek Cakung, Aiptu Sarjono. Tidak lama kemudian, polisi berhasil berkomunikasi dengan ibu Wartanan, Tuti.

"Ibu korban ini janda. Dia ada di Jakarta. Dia mengaku tidak memiliki biaya mengurus jenazah korban. Pengurusan jenazah diserahkan kepada kerabat di Tangen, Sragen. Sudah diserahkan ke Sragen," ujar dia.

Dari situ muncul informasi Wartanan pergi dari rumah sejak tiga pekan lalu. Kali terakhir kerabatnya berkomunikasi saat mengantar Wartanan ke terminal bus. Ternyata Wartanan malah lari saat di terminal.

Wartanan sudah tidak dapat dihubungi sejak satu pekan sebelum ditemukan meninggal di jalan. "Keluarga bingung dan mendapat kabar korban ditemukan meninggal," ujar dia.

Tugas polisi selanjutnya adalah menemukan pelaku tabrak lari. Selain itu, Polsek Jumantono berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat perihal penerangan jalan umum (PJU). Jalan di sekitar lokasi kejadian merupakan tanjakan dan turunan.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah desa untuk pasang lampu penerangan jalan. Itu mendesak karena gelap jalannya. Kami juga akan pasang imbauan kamtibmas."



Tokopedia