Sengit! Petahana dan Ketua BUM Desa Bertarung di Pilkades Sendang Wonogiri

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
04 September 2018 13:40 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Persaingan memperebutkan posisi Kepala Desa Sendang, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, diprediksi bakal ketat. Petahana Budi Hardono kemungkinan besar akan berhadapan dengan Ketua BUM Desa Sendang Pinilih, Sukamto.

Tokoh masyarakat dari Dusun Godean RT 003/RW 002, Desa Sendang, Agung Susanto, kepada Solopos.com, Senin (3/9/2018), mengatakan nama Sukamto muncul belum lama ini. Warga sudah banyak yang memperbincangkan Sukamto bakal mencalonkan diri pada pilkades serentak tahap II tahun ini.

Agung menilai di Sendang akan terjadi konstelasi politik yang menarik dan gayeng apabila Sukamto benar-benar bertarung dalam kontestasi pilkades. Dia bakal melawan kades sebelumnya atau incumbent, Budi Hardono.

Persaingan keduanya diprediksi ketat karena sama-sama populer di Sendang. Budi menjabat kades selama satu periode, 15 Mei 2012 hingga 14 Mei 2018. Sementara Sukamto kerap menghiasi pemberitaan di media massa lokal dan media sosial atas upayanya memajukan tiga lokasi wisata alam di Sendang yang dikelola BUM desa dua tahun terakhir. Alhasil, Sukamto semakin dikenal warga.

“Sebenarnya ada satu nama lagi yang mengemuka. Dia salah satu tokoh masyarakat yang enam tahun lalu menjadi peserta pilkades. Namun, pencalonannya belum begitu jelas. Kalau nama Pak Kamto dan Pak Budi sudah menjadi buah bibir di kalangan warga,” kata Agung.

Menurut Agung, reputasi Budi dan Sukamto sama-sama baik. Dia berpandangan Budi dapat menjalankan tugas sebagai kades dengan baik tanpa ada masalah besar.

Di sisi lain, Sukamto dinilai mampu mengelola kawasan wisata desa dengan baik pula melalui program inovatif. Atas upayanya tiga wisata unggulan, Watu Cenik, Puncak Joglo, dan Soko Gunung kini kian dikenal masyarakat dalam maupun luar Wonogiri.

“Siapa pun yang terpilih nanti, saya akan mendukung program-programnya. Tujuan mereka ingin menjadi kades tentunya sama-sama baik, yakni memajukan desa,” imbuh Agung.

Saat dimintai konfirmasi, Sukamto membenarkan akan mencalonkan diri sebagai kades. Saat dimintai tanggapan adanya pandangan akan terjadi persaingan sengit karena dirinya melawan petahana, dia hanya tersenyum.

Beberapa waktu sebelumnya, Budi Hardono, kepada Solopos.com juga mengisyaratkan bakal kembali bertarung dalam pilkades. Dia mengaku sudah mengetahui Sukamto bakal mencalonkan diri.

Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Bambang Muladi, menyampaikan pilkades akan digelar serentak di 50 desa. Pilkades Eromoko, Kecamatan Eromoko, yang sedianya digelar tahun ini karena kadesnya mengundurkan diri lantaran nyaleg tidak jadi digelar.

Pilkades di desa tersebut dan di 85 desa lainnya akan digelar serentak pada 2019. Saat ini proses pilkades masih dalam tahap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di DPRD.

Panitia Khusus (Pansus) DPRD melaksanakan studi banding ke Bandung sebagai tindak lanjut pembahasan Raperda, beberapa hari lalu. Bambang memperkirakan pemungutan suara digelar pekan pertama Oktober. Kades terpilih akan dilantik awal November.

Tokopedia