Waspada Gendam, Siswi SMAN di Wonogiri Ini Nyaris Jadi Korban

Ilustrasi Hipnotis. (dok)
04 September 2018 15:55 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Siswi SMAN 1 Purwantoro, FN, 16, nyaris menjadi korban tindak kejahatan bermodus gendam atau hipnotis pada Senin (3/9/2018). Beruntung, FN dapat melarikan diri ketika kedua pelaku lengah.

Kapolsek Purwantoro, Iptu Aris Joko Narimo, mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (4/9/2018), membenarkan adanya pengaduan terkait hal tersebut. Kejadian bermula saat FN yang baru saja pulang sekolah sekitar pukul 16.00 WIB, tengah menunggu temannya.

“FN meminta temannya untuk diantar ke warnet mengerjakan tugas sekolah. Teman yang mengantar kemudian pergi meninggalkan FN, namun FN batal ke warnet. FN lantas menuju halte bus di depan Pasar Purwantoro untuk menunggu temannya kembali menjemput,” ujar Aris.

Saat menunggu, tiba-tiba FN yang masih kelas XI itu dihampiri dua orang lelaki turun dari mobil Fortuner berwarna putih. Salah satu pelaku kemudian mengajak masuk ke dalam mobil dan FN pun mengikuti perintah pelaku.

Mobil mengarah ke Kota Wonogiri, selang beberapa lama korban tersadar lantas memanfaatkan momen ketika pelaku sedang mencari sesuatu dalam mobil dan posisi mobil sedang berhenti. Dia melarikan diri dengan membuka pintu mobil. Remaja putri yang diketahui berasal dari Desa Talesan langsung memberhentikan bus dan melarikan diri dengan naik bus hingga sampai di Terminal Ngadirojo.

Trauma

Setelah turun dari bus FN dalam keadaan bingung. Beruntung ada warga yang menghubungi anggota Koramil Purwantoro yakni Serka Taufik yang kemudian menjemput korban dan menyerahkan ke Polsek Purwantoro, Senin malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut pengakuan, FN tidak mengenal pelaku dan kemungkinan korban di tepuk seperti layaknya gendam sehingga mau mengikuti perintah pelaku namun harta benda milik korban tidak ada yang hilang.

Kepala Sekolah SMA 1 Purwantoro, Susilo Joko, membenarkan ada siswinya yang nyaris jadi korban gendam. Pihak sekolah telah mengunjungi rumah FN untuk mengetahui kondisi FN.

“Wakil Kepala Sekolah bersama guru bimbingan konseling telah melihat kondisi FN, memang ada sedikit trauma namun tampaknya FN besok dapat mengikuti proses belajar kembali. FN dalam keadaan sehat,” ujar Susilo.

Susilo mengingatkan siswa yang lain untuk selalu waspada. Ia juga mengimbau murid-muridnya tidak bepergian sendirian dan berani lapor polisi apabila menemui atau melihat orang yang mencurigakan.