Panitia Janjikan SIPA 2018 Lebih Megah dan Spektakuler

Direktur SIPA, Irawati Kusumorasri, panitia SIPA, perwakilan penampil, dan Kepala Disparta Solo Hasta Gunawan seusai jumpa pers di Ibis Hotel Solo, Selasa (4/9 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
05 September 2018 14:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Festival seni pertunjukan tahunan kelas dunia, Solo International Performing Arts (SIPA) 2018, siap digeber mulai Kamis (6/9/2018) malam.

Pertunjukan bertaraf internasional itu bakal digelar di Benteng Vastenburg, Solo, hingga Sabtu (8/9/2018). Penyelenggara menjanjikan pergelaran yang megah dan spektakuler selama tiga hari itu.

Direktur SIPA, Irawati Kusumosari, menjamin SIPA ke-10 ini bakal lebih meriah dibanding sebelum-sebelumnya. Dalam upacara pembukaan SIPA 2018 pada Kamis malam, panitia akan menghadirkan pertunjukan yang megah, mewah, dan meriah.

Upacara pembukaan SIPA tahun ini akan diwarnai sajian koreografi indah, kembang api yang ingar bingar, hingga melibatkan ribuan penonton.

“Itulah gambaran singkat kemegahan dan kemewahan yang bakal tersaji dalam pergelaran SIPA 2018. Maka dari itu, masyarakat jangan sampai terlewat untuk menjadi bagian dari SIPA, sebuah pergelaran seni pertunjukan berskala internasional yang megah dan spektakuler,” kata Irawati saat jumpa pers di Ibis Hotel Solo, Selasa (4/9/2018).

Penyelenggaraan SIPA 2018 mengusung tema "We Are The World-We Are The Nation". Tema itu dipilih karena penyelenggara merasa dunia sedang membutuhkan semangat persatuan.

SIPA 2018 ingin menunjukkan perbedaan bahasa, warna kulit, adat, tradisi, dan bangsa bisa menjadi keunggulan jika menjadi satu dalam kekuatan kebersamaan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Irawati memastikan SIPA 2018 bakal kembali menampilkan seniman dari dalam dan luar negeri.

Sedikitnya sudah ada seniman dari enam negara yang terkonfirmasi bakal tampil dalam SIPA tahun ini. “SIPA ini menjadi ruang pertemuan beragam seni pertunjukan dari berbagai latar belakang budaya. Jika sudah tergelar, SIPA bukan hanya berbicara persoalan panggung pertunjukan di wilayah budaya, tapi pemberdayaannya bakal menembus batas wilayah bahkan ke bidang ekonomi dan sosial. Pada akhirnya, SIPA akan menjadi sarana membumikan Solo dan Indonesia ke kancah dunia,” jelas Irawati.

Irawati menyampaikan SIPA ke-10 kali ini terbilang istimewa karena menjadi momen peluncuran SIPA Mart. SIPA Mart atau pasar seni pertunjukan itu bakal ditawarkan kepada sejumlah tamu undangan khusus.

SIPA Mart dirilis sebagai salah satu upaya mempromosikan festival seni pertunjukan yang digelar sejak 2009 tersebut. Selain itu, peluncuran SIPA Mart sekaligus menjadi upaya penyelenggara membantu seniman lokal dan penampil di SIPA agar semakin terkenal.

Penyelenggara SIPA mengundang seniman di Solo untuk menawarkan karya mereka dalam acara khusus yang dihadiri tamu undangan spesial.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Hasta Gunawan, mendukung penuh penyelenggaraan SIPA 2018. Tahun ini Pemkot Solo memberikan stimulus dana hingga Rp150 juta untuk SIPA.

Disparta juga mendukung kegiatan promosi agenda SIPA. Hasta mengaku telah mengundang pejabat Disparta dari daerah lain hingga luar Jawa untuk turut menyaksikan SIPA.

Hasta menilai kualitas penyelenggaraan SIPA dari tahun ke tahun terus meningkat. Dia mendukung SIPA bisa digelar terus-menerus sebagai agenda rutin Kota Solo. Hasta menyatakan Solo bisa semakin menarik wisatawan ketika banyak event berkualitas.

“SIPA dari tahun ke tahun mengalami inovasi hingga semakin besar seperti sekarang. Disparta pada dasarnya memang ingin mendorong pelaksanaan event seni budaya di Solo terus mengalami peningkatan kualitas pertunjukan sehingga kian menarik juga minat wisatawan untuk datang ke Kota Bengawan,” jelas Hasta.

Tokopedia