Mobil Pasutri Boyolali Tertabrak KA di Sragen, 1 Meninggal

Kondisi mobil yang tertabrak kereta pengangkut barang di perlintasan Dukuh Siboto, Kalijambe, Sragen, Rabu (5/9 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
05 September 2018 16:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Perlintasan sebidang kereta api (KA) tanpa palang pintu di Dukuh Siboto RT 011 Desa Kalimacan, Kalijambe, Sragen, kembali memakan korban jiwa.

Seorang warga Dukuh Kebonan RT 001/RW 001 Desa Kebonan, Karanggede, Boyolali, bernama Tumiyem, 46, meninggal dunia setelah mobil Suzuki Futura berpelat nomor AD 1884 VM yang ditumpanginya tertabrak KA pengangkut barang, Rabu (5/9/2018) siang.

Tumiyem meninggal dunia dengan luka di kepala. Informasi yang dihimpun Solopos.com di lokasi kejadian, kecelakaan terjadi pukul 10.42 WIB. Saat itu Tumiyem bersama suaminya, Senen Ahmadi, 55, melintasi perlintasan Siboto dari arah barat.

Tiba-tiba ada kereta pengangkut barang dengan nomor lokomotif 2061310 yang dimasinisi Agus H. melaju kencang dari arah utara. Kecelakaan pun tidak bisa dihindari. Mobil yang ditumpangi Senen dan Tumiyem tertabrak dan terseret hingga 50 meter.

“Saya tidak melihat langsung tabrakannya. Tapi saya sempat dengar ada ibu-ibu berteriak memperingatkan korban ada kereta akan lewat. Sejurus kemudian terdengar suara benturan keras,” ujar Jacob, 41, seorang pedagang di dekat lokasi kejadian.

Warga di sekitar lokasi kejadian langsung berbondong-bondong datang lantaran penasaran dengan sumber suara benturan keras. Jacob menuturkan kendaraan yang tertabrak kereta ringsek karena terseret puluhan meter dari lokasi awal benturan.

Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat diwawancarai wartawan menuturkan Tumiyem mengembuskan napas terakhir sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit (RS) untuk mendapat pertolongan.

“Korban atas nama Bu Tumiyem meninggal di lokasi kejadian karena luka parah di kepala dan perut. Jenazah korban dibawa ke RSUD Gemolong. Sedangkan Pak Senen selamat, tapi luka-luka, dibawa ke Puskesmas Gondangrejo,” tutur dia.

Marsidi menjelaskan perlintasan KA Siboto memang sangat rawan kecelakaan lantaran tak ada palangnya. Selain itu perlintasan tersebut tidak dijaga.

“Tahun lalu juga ada kecelakaan di sini [Siboto], satu orang meninggal,” sambung dia.

Marsidi mengatakan sebenarnya warga di sekitar perlintasan Siboto sudah diminta agar memberikan peringatan kepada pengguna jalan bila ada kereta akan lewat. Lalu lintas kendaraan yang melalui perlintasan tersebut cukup tinggi.

Penuturan senada disampaikan Danramil 18 Kalijambe, Kapten Inf. Suwandi, yang ikut terjun ke lokasi kejadian. Menurut dia, selain perlintasan Siboto ada tiga perlintasan sebidang tanpa palang lainnya di wilayah Kalijambe yang juga membahayakan.

Menurut dia, keberadaan bangunan-bangunan di pinggir rel mengganggu pandangan pengguna jalan. Jangkauan pandangan mereka terbatas atau tertutup bangunan. “Keberadaan bangunan-bangunan ini perlu ditertibkan,” imbau dia.

Tokopedia