Buntut Mobil Tertabrak KA di Sragen, PT KAI Sarankan Warga Komplain

Kondisi mobil yang tertabrak kereta pengangkut barang di perlintasan Dukuh Siboto, Kalijambe, Sragen, Rabu (5/9 - 2018) siang. (Solopos/Kurniawan)
05 September 2018 21:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Jogja, Eko Budiyanto, mengimbau masyarakat Kalijambe dan Gemolong, Sragen, melayangkan surat usulan penertiban bangunan liar di pinggir rel. Hal itu merupakan buntut tertabraknya mobil di perlintasan kereta api tanpa palang Dukuh Siboto, Kalimacan, Kalijambe, Rabu (5/9/2018) siang.

“Silakan usul kepada Kepala Daops VI. Sampaikan saja bahwa warga merasa terganggu dengan keberadaan bangunan liar di pinggir rel kereta api,” tutur dia kepada Solopos.com.

Eko menjelaskan warga dilarang mendirikan bangunan di pinggir rel kereta, tepatnya di ruang manfaat jalan kereta . Sebab bila terdapat bangunan liar di sekitar rel akan sangat membahayakan perjalanan kereta api, salah satunya mengganggu pandangan masinis. "Bila ada aduan tertulis pasti ditindaklanjuti,” ujar dia.

Eko mengatakan PT KAI akan berkoordinasi dengan pihak terkait ihwal keberadaan bangunan di pinggir rel di Kalijambe dan Gemolong. Namun dia mengakui hingga Rabu ini belum pernah ada surat aduan warga. “Sejauh ini belum ada surat warga yang masuk ke kami. Kalau lisan sulit koordinasinya,” kata dia.

Terpisah, koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (SLM) Gerindo, Agus Subagyo, mendesak PT KAI agar segera melakukan penertiban bangunan
yang berdiri di pinggir rel. Sebab ditengarai dia bangunan-bangunan tersebut berdiri di lahan milik PT KAI.

“Pengguna jalan dari jalan Solo-Purwodadi terganggu pandangannya karena tertutup bangunan-bangunan itu. Kami berharap PT KAI tidak tutup mata
dengan kondisi ini. Kami heran sebenarnya kok bisa-bisanya bangunan sebanyak itu dengan konstruksi permanen bisa berdiri di lahan milik PT KAI. Kondisi itu sudah puluhan tahun,” tutur dia.

Sebelumnya, sebuah mobil Suzuki Futura berpelat nomor AD 1884 VM tertabrak kereta api barang di perlintasan sebidang Dukuh Siboto, Kalimacan, Kalijambe, Rabu siang. Seorang perempuan yang sedang naik mobil itu, Tumiyem, 46, warga Dukuh/Desa Kebonan, Karanggede, Boyolali, meninggal dunia di lokasi kejadian karena luka parah.