Atasi Kekeringan, PLN Beri Bantuan 1.000 Pipa untuk Warga Merapi

Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, Hardian Sakti Laksana (ketiga dari kiri) saat menyerahkan bantuan di Desa Sruni, Musuk, Boyolali, Rabu (5/9 - 2018). (Istimewa/ Andi Surya)
05 September 2018 20:59 WIB Anik Sulistyawati Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Untuk mengantisipasi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menggelar apel siaga bencana Merapi diadakan di lapangan Desa Sruni, Kecamatan Musuk Boyolali. Dalam kesempatan itu PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY memberikan bantuan 1.000 batang pipa yang bisa dimanfaatkan untuk membangun jaringan pipanisasi air bersih bagi kurang lebih 200  keluarga di Desa Ringin Larik, Kecamatan Musuk.

Menurut Manajer Bagian Keuangan SDM dan Administrasi PLN area Klaten, Andi Surya, Rabu (5/9/2018), kegiatan tersebut adalah salah satu program BUMN Hadir dan PLN Peduli untuk merespons bencana kekeringan di wilayah lereng Merapi. Bantuan diserahkan oleh perwakilan dari PLN Distribusi Jawa Tengah dan DIY, Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan, Hardian Sakti Laksana yang diterima Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat dan Kepala BPBD Jawa Tengah, Sarwa Pramana. “Bantuan ini adalah salah satu bentuk misi PLN yaitu menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan. Semoga bermanfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan" kata Hardian Sakti.

Sementara itu, dalam geladi lapang yang digelar di Desa Sruni terkuak evakuasi warga desa terdekat dengan puncak Gunung Merapi ke lokasi aman membutuhkan waktu 50 menit atau 10 menit lebih lama dibandingkan dengan asumsi yang ditetapkan sebelumnya yakni 40 menit. Waktu tersebut adalah hasil simulasi evakuasi pada geladi lapang BPBD Boyolali dalam kesiapsiagaan/penanggulangan bencana letusan Gunung Merapi yang dipusatkan di lapangan Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Rabu .

Catatan waktu terlama ini diperoleh saat evakuasi warga dari Dusun Sudimoro, Desa Sangup di Kecamatan Musuk yang merupakan dusun paling dekat dengan Merapi menuju lapangan Sruni yang berjarak sekitar 8 km. Sedangkan waktu evakuasi untuk desa lain yakni Sruni, Cluntang, Lanjaran, dan Mriyan menuju lokasi yang sama kurang dari 40 menit.

Menanggapi hal tersebut, Komandan Search and Rescue (SAR) BPBD Boyolali, Fajar Kurniawan Prasetyo, mengatakan catatan waktu tersebut akan disampaikan kepada stake holder untuk dicarikan solusinya. “Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, jika ada kelebihan waktu yang kami asumsikan, yakni 40 menit, nanti kami sampaikan kepada stake holder,” ujarnya kepada reporter Solopos.com, Akhmad Ludiyanto.