4 Desa Klaten Jadi Percontohan SID Pemprov Jateng

Perangkat desa di Klaten mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan Sistem Iinformasi Desa (SID) di aula kantor Desa Dlimas, Ceper, Selasa (4/9 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
05 September 2018 10:35 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Empat desa di Kabupaten Klaten bakal menjadi pilot project (percontohan) pengembangan sistem informasi desa (SID) yang terintegrasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi.

Selama ini, di Klaten sudah ada desa yang menggulirkan SID namun dengan versi yang beragam. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Klaten, Jaka Purwanto, mengatakan SID merupakan fasilitas untuk menginformasikan segala hal atau data potensi desa mulai dari aset yang bersifat statis seperti topografi hingga aset dinamis seperti demografi.

SID juga berfungsi menginformasikan potensi desa hingga transparansi anggaran. SID berupa dashboard atau pusat kontrol panel berplatform yang berfungsi mengatur semua kegiatan website. Beragam informasi tentang desa ditampilkan dalam bentuk website yang bisa diakses masyarakat umum.

“Memang itu amanat UU, pemerintah kabupaten memiliki kewajiban memberikan pembinaan agar desa memiliki sistem yang menginformasikan dirinya. Itu sangat penting untuk pengembangan desa dan pelayanan,” urai Jaka saat ditemui di sela-sela bimbingan teknis SID di aula kantor Desa Dlimas, Kecamatan Ceper, Selasa (4/9/2018).

SID bisa terintegrasi dengan berbagai sistem termasuk sistem keuangan desa (siskeudes). Dalam hal administrasi, sistem itu bisa memudahkan desa saat pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) lantaran terintegrasi dengan sistem di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Keuntungan bagi desa itu salah satunya bisa mempromosikan potensi desa bahkan produk UMKM bisa dipromosikan. Nanti juga mengarah ke administrasi. Jadi, dalam pelayanan bisa terhubung dengan data kependudukan. Untuk mengurus adminduk warga tinggal mengisi NIK mereka dan keperluannya apa,” urai Jaka.

Jaka menjelaskan tak ada masalah bagi desa-desa di Klaten mengembangkan SID lantaran sudah ada perangkat desa baru yang memiliki pengetahuan di bidang teknologi informasi. Selama ini, sudah bermunculan SID yang dikembangkan sejumlah desa seperti Desa Balerante di Kecamatan Kemalang, Desa Jeblog di Kecamatan Karanganom, serta Desa Ponggok di Kecamatan Polanharjo.

Hanya, media pengembangan SID di desa-desa tersebut beragam dan belum terintegrasi dengan sistem di pemkab serta pemerintah provinsi (pemprov). ”Kalau bermacam-macam itu kan kami dari kabupaten tidak bisa memantau,” katanya.

Lantaran hal itu, pemerintah pusat melalui pemprov memfasilitasi SID yang bisa terintegrasi dengan sistem di kabupaten atau provinsi. Jaka menuturkan ada empat desa yang menjadi pilot project pengembangan SID dengan fasilitas dari pempov.

Keempat desa itu yakni Desa Ponggok di Kecamatan Polanharjo, Desa Pandes di Kecamatan Wedi, Desa Jaten di Kecamatan Juwiring, serta Desa Nglinggi di Kecamatan Klaten Selatan. “Fasilitasi itu gratis dari provinsi,” ungkapnya.

Sementara itu, para perangkat desa dari 391 desa di Kabupaten Bersinar mengikuti Bintek SID di aula kantor Desa Dlimas. Bintek digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (4-5/9/2018).

Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Desa Jetis, Juwiring, Bagus Permana Wicaksono, 22, mengatakan desanya belum mengembangkan SID. Keraguan soal regulasi menjadi kendala untuk mengembangkan sistem tersebut.

“Seperti soal transparansi anggaran. Kami khawatir jika terlalu dipublikasikan ternyata justru menjadi kesalahan. Apa saja yang bisa dipublikasikan dan apa yang tidak sembarangan bisa dipublikasikan itu belum jelas,” kata Bagus.

Tokopedia