Pelajar SMA Klaten Tertabrak Mobil Saat Hendak Berlaga di Popda

Kondisi pagar rumah yang ditabrak mobil di simpang empat Kwoso, Kelurahan Gergunung, Klaten Utara, Rabu (5/9 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
05 September 2018 17:55 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Seorang pelajar SMAN 1 Karanganom Klaten meninggal dunia akibat tertabrak mobil di simpang empat Kwoso, Kelurahan Gergunung, Kecamatan Klaten Utara, Rabu (5/9/2018).

Saat kejadian, pelajar bernama Aria Habibul Ghofar, 16, warga Dukuh/Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, itu dalam perjalanan hendak bertanding voli dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2018.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Habibul berombongan dengan teman-teman satu tim voli serta pelatih dari sekolahnya mengendarai sepeda motor dari SMAN 1 Karanganom menuju Lapangan Merah Putih, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara.

Mereka melintas di ruas Jl. Yaqowiyu, Kelurahan Gergunung, menuju Bramen, Desa Jebugan. Habibul mengendarai Honda Beat berpelat nomor AD 5094 DEC memboncengkan Gilang Dito Pratama, 16, Desa Pondok, Kecamatan Karanganom.

Sesampainya di simpang empat Kwoso, Kelurahan Gergunung, rombongan tersebut berniat menyeberangi ruas Jl. Ki Ageng Gribig. Saat Habibul menyeberang, mobil Daihatsu Sigra berpelat nomor AD 9476 BQ melaju kencang di ruas menuju Ngupit, Kecamatan Ngawen.

Lantaran jarak yang dekat, kecelakaan tak terhindarkan. “Saat itu posisi mobil sudah di tengah simpang empat tiba-tiba kendaraan [Habibul] menyeberang dan tertabrak,” kata pengemudi mobil, Rudi, 34, warga Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah, saat ditemui wartawan di Unit Laka Satlantas Polres Klaten, Rabu.

Habibul terpental hingga ke teras salah satu rumah di sisi barat simpang empat. Sementara sepeda motornya terseret mobil dan menabrak pagar rumah milik Ichsan hingga rusak.

“Keduanya mengenakan helm. Pembonceng sepeda motor bisa melompat dari kendaraan sesaat sebelum kecelakaan,” kata Rudi.

Rudi menjelaskan saat itu hendak mengantar istrinya, Dwi Puji Lestari, 28, ke Boyolali. Akibat kejadian itu, Dwi mengalami luka lecet pada dahi.

Sementara Habibul mengalami luka parah di kepala dan tak sadarkan diri lantas tiba di RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro. “Saat dibawa ke RSUP sekitar pukul 11.00 WIB sudah meninggal dunia,” jelas Kepala Instalasi Promosi dan Humas RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro, Sri Wardani.

Kepala SMAN 1 Karanganom, Sutrisno, membenarkan Habibul merupakan siswa SMAN 1 Karanganom yang ikut rombongan tim voli Popda 2018. Ia menjelaskan pilihan mengendarai sepeda motor merupakan inisiatif para siswa lantaran jarak tempuh antara SMAN 1 Karanganom hingga lokasi pertandingan cukup dekat.

Selain itu, mobil sekolah terbatas hingga tak bisa menampung seluruh siswa peserta Popda. “Memang keinginan anak-anak memilih naik sepeda motor karena dekat. Sebenarnya kami dari sekolah bisa menyewakan mobil, tetapi keinginan anak-anak seperti itu,” kata Sutrisno.

Sutrisno menjelaskan perwakilan sekolah sudah bertemu orang tua Habibul untuk menyampaikan belasungkawa. Ia mengatakan pengelola sekolah mengurus klaim jasa asuransi lantaran seluruh pelajar di SMAN 1 Karanganom sudah didaftarkan menjadi peserta asuransi.

“Saya selaku kepala sekolah menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga [Habibul] atas kejadian ini,” terang dia.

Kanit Laka Polres Klaten, Ipda Adhi Prasidya Dana Hiswara, mewakili Kapolres Klaten, AKBP Juli Agung Pramono, mengatakan masih memeriksa para saksi serta pengemudi terkait kecelakaan tersebut. Ia mengatakan barang bukti berupa mobil dan sepeda motor sudah diamankan di Unit Laka Polres Klaten.



Tokopedia