Mobil Damkar Wonogiri Terguling, 7 Petugas Luka-luka

Mobil pemadam kebakaran Kabupaten Wonogiri terguling di tikungan Dusun Sanggarahan, Desa Sidokriyo, Kecamatan Ngadirojo pada Rabu (5/9 - 2019) pagi. (Istimewa)
05 September 2018 15:50 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Mobil pemadam kebakaran (Damkar) Wonogiri terguling di tikungan Desa Sidokriyo, Kecamatan Ngadirojo, Rabu (5/9/2019), pukul 10.00 WIB.

Sebanyak tujuh petugas Damkar mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Tiga di antaranya dirawat jalan dan empat lainnya dirawat di RS Medika Mulya Wonogiri. Salah satu dari empat petugas itu bahkan harus di rujuk ke RS Dr.Oen Solo karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala.

Berdasarkan informasi yang diterima Solopos.com, petugas Damkar Wonogiri tengah bertolak menuju wilayah Sempukerep, Kecamatan Sidoharjo. Di sana ada kejadian kebakaran.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Wonogiri, Joko Santoso, saat ditemui Solopos.com di RS Medika Mulya mengatakan para anggota mendapat panggilan untuk membantu proses pemadaman kebakaran lahan di wilayah Kecamatan Sidoharjo.

Namun, ketika melintas di wilayah Desa Sidokriyo, tepat pada tikungan mobil terguling sebanyak satu kali ke arah kiri. Akibatnya, tujuh petugas yang berada di mobil mengalami luka-luka.

Ada tiga petugas yang menumpang di dalam mobil dan mereka mengenakan jaket safety dan helm. Mereka adalah Ari Setyo Budi, 30, dan Aldaka Dwirada, 36, yang mengalami lecet pada tangan dan supir Didik Hudi Admaja, 26, yang hanya mengalami trauma. Ketiganya menjalani rawat jalan.

Sedangkan empat petugas lainnya menumpang di luar, tepatnya di atas tangki mobil Damkar. Empat petugas itulah yang mengalami luka cukup parah dan harus dirawat di RS.

Humas RS Medika Mulya, Sebo, mengatakan terdapat tiga petugas yang dirawat di bangsal Sadewa, RS Medika Mulya. Ketiga korban tersebut Aris Yulianto, 34, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Nguntoronadi; Dwiki Indra Ramadhan, 23, warga Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Wonogiri, dan Rian Saputra warga Desa Gedong, Kecamatan Pracimantoro.

Kecepatan Normal

Ketiga korban mengalami luka pada kepala, wajah, dan kaki kini berangsur membaik dan sudah dapat berkomunikasi. Namun masih memerlukan perawatan lebih lanjut.

Salah seorang petugas, Kukuh Heri Susilo, 27, warga Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo dirujuk ke rumah sakit di Kota Solo karena mengalami luka cukup parah pada kepala.

Joko menambahkan, mobil dengan sebutan gajah merah itu mengangkut air sebanyak 3.000 liter. Dia memperkirakan saat melintasi tikungan yang cukup tajam, mobil jenis Hino Dutro berpelat nomor AD 9351 MG dalam keadaan tidak stabil karena muatan.

Menurutnya, mobil melaju dalam kecepatan normal, tidak terlalu tinggi. Akibat kecelakaan tersebut keca depan dan kiri mengalami pecah. Air sejumlah 3000 liter hampir seluruhnya tumpah di jalan raya.

“Proses pemadaman akhirnya dilanjutkan oleh BPBD bersama sukarelawan, Polsek, dan Koramil setempat,” ujar Joko.

Tokopedia