WGM Wonogiri Harus Diselamatkan! Ini Penjelasannya

Wakil Kepala Proyek Pembangunan Intake Wonogiri, Eko Arief Susanto, mengecek konstruksi dermaga di Kedungareng, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Rabu (5/9). (Solopos - Rudi Hartono)
05 September 2018 20:20 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri harus diselamatkan untuk menjamin kehidupan masyarakat daerah setempat dan sekitarnya agar lebih baik.

Terlebih, waduk tersebut beberapa tahun ke depan bakal menjadi salah satu sumber air baku bagi empat daerah, yakni Wonogiri, Sukoharjo, Solo, dan Karanganyar (Wosusoka).

Air WGM akan diambil sebesar lebih kurang 1.450 liter/detik untuk memenuhi kebutuhan air bersih 1,2 juta jiwa di empat daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Rabu (5/9/2018), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) merealisasikan rencana tersebut dengan membangun konstruksi untuk menyedot air WGM atau intake, jaringan pipa transmisi, dan reservoir/silo atau bak penampung air sejak Agustus 2016.

Intake dibangun di Kedungareng, Sendang, sedangkan reservoir di Kelurahan Wuryorejo. Proyek ditarget rampung Februari 2019 (proyek tahun jamak).

Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWSBS, Heriantono Waluyadi, menyampaikan WGM harus diselamatkan agar dapat berguna bagi kehidupan.

Penyelamatan waduk sedang dikerjakan, yakni dengan membangun closure dike atau tanggul pemisah dan overflow dike atau tanggul pelimpah. Tanggul itu untuk menahan sedimentasi dari Sungai Keduang agar tak langsung masuk ke bendungan utama.

Bersamaan dengan proyek tersebut pihaknya membangun intake dan jaringan pipa transmisi. Konstruksi itu untuk menyedot air waduk lalu ditampung di reservoir melalui pipa transmisi. Selanjutnya air dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Wosusoka. Usaha tersebut akan dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jateng.

“Artinya, WGM bisa bermanfaat lebih besar bagi masyarakat jika waduk berfungsi optimal. Wosusoka saat ini masih sangat membutuhkan air baku. WGM bisa menjawab kebutuhan itu,” kata Heriantono.

Air Minum

Proyek pembangunan intake untuk mendukung pemenuhan air bersih di Wosusoka yang selama ini cakupan pelayanan akses aman air minum belum sepenuhnya terpenuhi.

Cakupan pelayanan akses aman air minum pada 2016 tercatat Wonogiri lebih kurang 78,38%, Sukoharjo 70,97%, Solo 81,85%, dan Karanganyar 70,97%.

Wakil Kepala Proyek Pembangunan Intake Wonogiri, Eko Arief Susanto, mengatakan kontraktor menargetkan proyek bisa rampung lebih cepat. Target internal kontraktor, proyek selesai Desember 2018.

Tokopedia