PLTS Putri Cempo Solo Tinggal Tunggu Kontrak PLN

Ilustrasi jaringan listrik. (Videoblocks.com)
06 September 2018 13:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Persiapan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) Putri Cempo Mojosongo hampir kelar. 

PT Solo Citra Metro Plasma Power (SCMPP) selaku kontraktor pelaksana proyek PLTS tinggal menunggu penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) atau kontrak kerja sama pembelian listrik dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). 

“Ya kami masih tunggu PPA itu,” kata Direktur Utama PT SCMPP Elan Syuherlan ketika berbincang dengan wartawan, Rabu (5/9/2018).

Saat ini kontrak kerja sama pembelian listrik tersebut tinggal menunggu penandatangan dokumen dengan PLN. Diharapkan PPA tersebut dapat ditandatangani secepatnya. 

Proses tersebut merupakan kesepakatan antara pengembang dengan PLN sesuai peraturan presiden. Koordinasi terus dilakukan baik dengan Pemkot maupun pemerintah pusat.

“Kami hanya melakukan penyesuaian terhadap regulasi yang ada. Sekarang terus berproses," katanya.

Panjangnya proses yang dilalui dianggapnya sebagai sesuatu yang wajar mengingat proyek PLTS di Solo menjadi pilot project bagi daerah lain di Indonesia. Dengan demikian seluruh persiapan mulai  dari regulasi, administrasi, hingga pelaksanaan di lapangan diusahakan sesempurna mungkin.  

"Maka dari itu kami sabar saja mengikuti step by step sesuai regulasi," katanya.

Apakah waktu tunggu yang mencapai hampir dua tahun pengerjaan menjadi sebuah kerugian bagi PT SCMPP?  Elan tidak menganggapnya demikian. Secara finansial tidak ada kerugian karena belum melakukan produksi sehingga tidak ada biaya operasional yang dikeluarkan. “Hanya kerugian waktu,” katanya.

Elan mengatakan sesuai target PLTS beroperasi 2019 nanti dan akan mengolah sampah sebanyak 450 ton per hari. Pengolahan sampah menjadi energi listrik itu perinciannya 200 ton sampah baru dan 250 ton sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Putri Cempo Mojosongo. 

Pengolahan sampah ini diperkirakan bisa menghasilkan energi listrik sebesar 12 Megawatt (MW) per jam. Listrik tersebut akan dibeli PT PLN. Nantinya listrik akan disalurkan ke gardu induk Palur, Karanganyar.   

“Nanti disalurkan ke gardu induk di Palur karena jaraknya lebih dekat sekitar 3 kilometer,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo Sri Wardhani Poerbowidojo berharap proyek PLTS Putri Cempo bisa digarap. DLH terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan PLN sebagai pihak yang akan membeli energi listrik.

"Targetnya bisa secepatnya beroperasi," katanya.