2 Cyber Internet Cafe Solo Digerebek Polisi, Begini Kondisinya

Cyber Internet Cafe Jl. Ir. Juanda, Jebres, Solo, dipasangi garis polisi, Kamis (6/9 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
06 September 2018 16:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dua Cyber Internet Cafe di Kota Solo digerebek aparat Ditreskrimsus Polda Jateng, Jumat (31/9/2018) dini hari, karena diduga menjadi sarang judi online.

Pantauan Solopos.com, Kamis (6/9/2018), dua warung internet (warnet) yang masing-masing berada di Jl. Ir. Juanda, Sudiroprajan, dan Jl. Abdul Muis, Kepatihan Kulon, Jebres, Solo, itu masih dipasangi garis polisi di pintu masuknya.

Kedua warnet tersebut diduga dijadikan sarang judi online beromzet Rp1 miliar per bulan. Dalam pengerebekan itu polisi menangkap lima tersangka, masing-masing Haris Budi Prasetyo, 29, warga Joyontakan; Rinto Kurniawan, 28, warga Mojolaban; Andhika P, 31, warga Banyuanyar; Romi Septian, 20, warga Randublatung, Blora; dan Ahmad Zaerofi, warga Gadung Tulung, Belangwetan, Klaten.

Mereka dijerat UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Pantauan Solopos.com, pintu kedua warnet itu tertutup rapat dan dipasangi garis polisi di depan pintu masuk. Petugas keamanan tanpa seragam mengawasi lokasi dua warnet itu.

Warga yang biasanya menggunakan jasa Internet di warnet itu kecele setelah melihat pintu warnet tertutup rapat. “Saya mau mengunggah video ke Youtube di Cyber Internet Cafe. Namun, pintu warnet ada garis polisi jadi saya akhirnya memutuskan mencari warnet lain,” ujar Agus Tiono, warga Kampung Balong, Sudiroprajan, Jebres kepada wartawan, Kamis.

Agus mengaku tidak mengetahui penyebab warnet itu dipasangi garis polisi. Ia mengungkapkan biasanya pada hari Sabtu dan Minggu warnet ini ramai didatangi pengunjung dari luar Kota Solo.

Kecepatan Internet di warnet ini sangat cepat dan tidak lemot sehingga banyak pengunjung senang datang ke situ. Warga lainnya, Sriem, mengaku melihat pada Jumat dini hari banyak petugas kepolian berseragam lengkap mendatangi lokasi warnet itu.

Sebanyak 41 orang diamankan mulai dari pengunjung hingga penjaga warnet. “Saya kurang tahu penyebabnya apa. Informasi dari warga sekitar warnet berlantai tiga di Jl. Ir. Juanda ini dijadikan tempat judi online. Warga tidak percaya di dalam warnet ada judi online,” kata dia.