Petani Matesih Karanganyar Gagal Beli Sapi Gara-Gara Dirampok

ilustrasi perampokan. (Solopos/Whisnu Paksa Kridangkara)
06 September 2018 18:43 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Niat warga Koripan, Kecamatan Matesih, Karanganyar, Tarto Warno, 63, untuk membeli sapi pada Kamis (6/9/2018) kandas. Uang Rp7,2 juta di kantongnya dirampok di perjalanan menuju pasar hewan Karangpandan.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, saat itu pukul 07.30 WIB, Tarto mengendarai sepeda motor Honda Grand di jalan Karangpandan-Mojogedang hendak menuju pasar hewan.

Di tengah jalan tepatnya di wilayah Desa Gerdu, Karangpandan, dia dipepet mobil Toyota Avanza warna hijau telur bebek. Petani itu pun menghentikan sepeda motornya.

Dua orang tak dikenal langsung turun dari mobil tersebut. Tanpa basa-basi, kedua orang itu langsung memaksa Tarto masuk ke dalam mobil.

Selanjutnya, Tarto diminta diam dan tak berteriak di dalam mobil. Bahkan, Tarto diancam akan dibunuh oleh para pelaku jika nekat berteriak.

Agar Tarto tak berteriak, petani malang itu dipukul pakai helm oleh salah satu pelaku. Akibat pukulan dengan helm itu, Tarto mengalami luka di wajah dan memar di mata sebelah kanan.

Dalam kondisi menahan sakit, Tarto tak berdaya saat salah satu pelaku mengambil paksa uang senilai Rp7,2 juta di saku celananya.

Setelah itu, para pelaku menurunkan Tarto di pinggir jalan di Desa Sabrang, Kecamatan Matesih. Tarto ditolong warga di Matesih. Tarto diantar ke tempat kejadian perkara (TKP) oleh warga Matesih sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek Karangpandan.

Aksi perampokan yang dilakukan kawanan perampok itu tak banyak diketahui warga. “Warga banyak yang tidak mendengar kejadian itu. Jalan di daerah Karangpandan ini memang relatif sepi. Termasuk di sebelah barat kantor desa [di jalan Solo-Tawangmangu],” kata warga di Gerdu, Karangpandan, Kardi, kepada Solopos.com, Kamis.

Kapolsek Karangpandan, AKP Ibariyadi, tak menjawab panggilan telepon dari Solopos.com. Pesan singkat juga tak dibalas.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Karanganyar, AKP Purbo Adjar Waskito, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, mengaku masih mendalami kasus tersebut. Sejauh ini, polisi sudah meminta keterangan dari Tarto.

“Kami baru memintai saksi dari korban. Seingat korban, para pelaku berjumlah empat orang,” katanya.