Setelah 11 Jam, Pisau di Perut Kakek Wonogiri Berhasil Dicabut

Atmo terbaring di tempat tidur perawatan di IGD RSUD Wonogiri setelah menusuk perutnya sendiri, Kamis (6/9 - 2018). (Istimewa/Humas Polres Wonogiri)
06 September 2018 21:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kakek sembilan cucu asal Dusun Tukluk RT 004/RW 015, Desa Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Atmo Rejo, 83, yang berusaha mengakhiri hidupnya dengan menusuk perutnya pakai pisau tetap sadar saat dioperasi dokter, Kamis (6/9/2018).

Total 11 jam pisau itu menancap di  perut Atmo. Atmo diduga menusuk perutnya sendiri pakai pisau seusai Salat Subuh sekitar pukul 05.00 WIB dan berhasil dioperasi di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri sekitar pukul 16.00 WIB.

Pejabat Humas RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri,  Iwan Sulistya, menginformasikan dokter melakukan operasi untuk mengangkat pisau yang tertancap di perut Atmo. Pisau tertancap di perut sisi tengah dengan posisi miring ke kiri. 

Beberapa saat setelah ditangani tahap awal di Instalasi Gawat Darurat (IGD), dokter memindai perut Atmo. Dari hasil pemindaian, pisau mengenai usus. 

Oleh karena itu pengangkatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Saat ditangani di IGD, Atmo sadar sepenuhnya. “Menurut dokter, keberhasilan operasi 30 persen. Tim dokter berusaha yang terbaik,” kata Iwan kepada Solopos.com, Kamis.

Atmo menusuk perutnya sendiri seusai Salat Subuh di rumahnya, Kamis pagi. Dia diduga berupaya mengakhiri hidupnya namun gagal. 

Tak diketahui apa motif Atmo mencoba mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Keluarganya pun tak bisa menduganya karena selama ini hubungan Atmo dengan anggota keluarga lainnya baik-baik saja.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Atmo menusuk perutnya seusai Salat Subuh di kamarnya. Beberapa saat setelah menusuk perutnya pakai pisau, dia berteriak kesakitan sehingga terdengar olehnya anaknya, Tarmi, yang juga baru selesai Salat Subuh di kamar lain di rumah tersebut. 

Tarmi mendatangi kamar Atmo dan kaget mendapatnya perut ayahnya tertusuk pisau. Begitu pula dengan suami Tarmi, Sugino. Keduanya lalu memanggil para tetangga dan melapor ke polisi. 

Setelah polisi tiba, petugas bersama Tarmi dan warga membawa Atmo ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso. Menurut Sugino, seluruh besi pisau tertancap di perut Atmo bagian tengah bawah ulu hati di atas pusar. Panjang besi pisau sama dengan jari telunjuk orang dewasa atau sekitar 10 cm. 

“Dua tahun lalu Bapak pernah satu kali gantung diri di pohon mangga depan rumah. Untungnya tetangga ada yang tahu dan langsung memotong tali tambang yang menjerat leher Bapak. Jadi Bapak masih bisa tertolong,” imbuh Sugino.

Dalam percobaan bunuh diri pertama dan kedua, keluarga tak mengetahui motif Atmo melakukannya. Lelaki yang pernah lima kali menikah dan semua istrinya sudah meninggal dunia itu tak mau menceritakan masalah apa yang sedang dipikirkannya. 

Di sisi lain, Atmo selalu sehat meski sudah renta. Kadang dia keluar rumah untuk membeli mi ayam di warung dekat rumah. Komunikasi antara Atmo dengan anak-anaknya juga terbangun dengan baik.

“Kami juga gemati [perhatian] terhadap Bapak. Kadang memang Bapak maunya memberi makan sapi di belakang rumah. Istri saya meminta agar Bapak tak melakukannya karena khawatir terjatuh. Apa mungkin Bapak tersinggung atau bagaimana saya kurang tahu,” ucap Sugino.

Tokopedia