Penampilan Memukau Penari Melati Suryodarmo Buka SIPA 2018

Suasana panggung pembukaan SIPA 2018 di Benteng Vastenburg Solo, Kamis (6/9 - 2018) malam. (Solopos/M. Ferri Setiawan)
07 September 2018 11:35 WIB R Bony Eko Wicaksono Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Solo International Performing Arts (SIPA) 2018 dibuka di Benteng Vastenburg Solo, Kamis (7/9/2018) malam. Tarian yang dibawakan maskot SIPA Melati Suryodarmo bersama puluhan penari lainnya memeriahkan acara. 

Wanita asal Solo yang mengenakan kostum serbamerah ini berjalan kaki naik panggung sembari membawa busur panah. Dia berkolaborasi dengan puluhan penari diiringi instrumen musik.

Kolaborasi Melati dan para penari mampu menyihir ribuan penonton saat pembukaan SIPA 2018 di Benteng Vasterburg, Kamis malam. Pembukaan festival seni pertunjukan tahunan level dunia itu sangat spektakuler dengan dukungan tata cahaya pementasan atau lighting panggung berteknologi tinggi.

 Kemewahan suasana kian lengkap saat para seniman menampilkan kemampuan dengan latar belakang tembok benteng yang dibangun pada masa Kolonial Belanda. 

“Saya ingin warga Solo juga bisa menonton karya khusus ini untuk pembukaan SIPA 2018. Biasanya, saya selalu menampilkan tarian di luar negeri,” kata Melati, Kamis malam.

Pembukaan SIPA 2018 diawali pemukulan kenong oleh Ketua Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo, dan Direktur SIPA Irawati Kusumosari. SIPA 2018 yang digelar selama tiga hari merupakan event ke-10 di Kota Bengawan. 

SIPA 2018 mengusung tema "We Are The World-We Are The Nation” yang bermakna event seni budaya itu mampu menyatukan berbagai perbedaan di Indonesia maupun dunia. 

“Kami mengusung spirit kebersamaan dalam pertunjukan. Seni dan budaya mampu menjadi media mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Irawati.

SIPA 2018 menjadi salah satu agenda wisata tahunan di Kota Solo yang diburu wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini tak lepas dari sinergitas pemerintah, swasta, dan pegiat seni budaya yang selalu berinovasi dalam mempersiapkan event itu.

Perbedaan bahasa, warna kulit, adat, tradisi, dan suku bisa menjadi keunggulan jika menjadi satu dalam kekuatan kebersamaan. Terlebih, para peserta SIPA 2018 tak hanya berasal dari Indonesia melainkan juga luar negeri. 

Ada sembilan negara lain yang ikut berpartisipasi dalam SIPA 2018 seperti Belanda, Taiwan, Jerman, Spanyol, dan Filipina. “SIPA 2018 menjadi energi positif Kota Solo. Implikasinya tak hanya di sektor pariwisata melainkan sosial dan ekonomi, tutur dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Bekraf, Triawan Munaf. Dia menilai SIPA 2018 menjadi barometer event pertunjukan di Indonesia. Berbagai seni pertunjukan dipentaskan yang mampu berimplikasi positif untuk mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif. 

Triawan berharap SIPA 2018 lebih sukses dibanding event-event sebelumnya. Sementara itu, seorang penonton SIPA 2018 asal Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Desi Arisandi, mengaku selalu menonton pembukaan event pertunjukan itu tiga tahun berturut-turut. 

Pembukaan SIPA 2018 lebih meriah dan terkesan mewah lantaran tata panggung dan pencahayaan yang lengkap. Selain itu, jumlah delegasi dari luar negeri bertambah dibanding tahun lalu.

Tokopedia