Warga Bantaran Kali Pepe Gandekan Solo Mulai Bongkar Rumah

Rumah di bantaran Kali Pepe, Gandekan, Solo. (Solopos/Dok)
07 September 2018 15:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Warga bantaran Kali Pepe Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, yang terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 (Kali Pepe hilir) memastikan bakal mulai membongkar rumah mereka pada Sabtu (8/9/2018) ini.

Hal tersebut disampaikan Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan, Sumarsih, kepada Solopos.com, Jumat (7/9/2018). Pengurus Pokja Relokasi bahkan sudah menyiapkan acara pelepasan warga Gandekan yang terdampak proyek Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) tersebut.

Dia menyebut rencananya acara pemindahan 30 keluarga dari Gandekan bakal dihadiri Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo. “Kami akan mengadakan prosesi pindahan warga terdampak proyek Penanganan Banjir di Butuh RT 004/RW 003 Gandekan esok hari [hari ini] pukul 12.30 WIB. Rencananya warga akan dilepas Pak Wali,” kata Sumarsih.

Sumarsih menyebut prosesi pelepasan warga tersebut menjadi tanda warga Gandekan terdmapak proyek Penanganan Banjir siap menempati rumah baru di Dusun Padasan, Desa Mranggen, Polokarto, Sukoharjo, dan membongkar rumah lama di bantaran Kali Pepe.

“Setelah dilepas di Gandekan, warga akan diterima perangkat Desa Mrangen di sana. Acara tersebut rencananya juga dihadiri Kepala Dusun Padasan, Ketua RT dan Ketua RW yang bakal ditempati warga Gandekan,” jelas Sumarsih.

Sumarsih meminta maaf kepada BBWSBS karena warga Gandekan baru bisa pindah pada September ini. Warga ingin pindah setelah rumah baru di Padasan siap dihuni.

Dia menyebut warga kurang lebih butuh waktu dua pekan untuk membongkar rumah lama di bantaran Kali Pepe. Pengurus Pokja Relokasi Warga Gandekan menargetkan proses pembongkaran rumah lama tersebut bisa rampung pada pekan ketiga September.

“Kami sebenarnya belum benar-benar selesai membangun perumahan baru di Padasan. Proses pembangunan jalan masih 75%. Tapi kami bersepakat proses pembangunan jalan tersebut bisa dikerjakan sambil membongkar rumah lama di bantaran,” terang Sumarsih.

Wakil Ketua Pokja Relokasi Warga Gandekan yang juga terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1, Samiran, menyebut warga Gandekan bakal menempati rumah baru di Padasan masing-masing di lahan kaveling seluas 40 meter persegi.

Dia menyebut warga kesulitan jika harus memenuhi syarat dari Pemkab Sukoharjo di awal untuk membangun rumah di tanah kaveling minimal 60 meter persegi. Hal itu dikarenakan warga tak memiliki cukup uang.

Ditambah lagi Pemkab Sukoharjo diketahui memberi syarat tersebut setelah warga membeli tanah yang hanya cukup untuk membangun rumah masing-masing di tanah kaveling 40 meter persegi.