Ketua Panitia Pemilihan BPD Gedangan Sukoharjo Mundur

ilustrasi pilkades, pemilihan kepala desa. (Solopos/Whisnu Paksa)
07 September 2018 20:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Pemerintah Desa Gedangan, Kecamatan Grogol harus kembali membentuk panitia pemilihan pengurus baru Badan Permusyawaran Desa (BPD). Ketua panitia pemilihan pengurus BPD mengundurkan diri lantaran maju sebagai calon pengurus baru BPD.

Sebelumnya, Pemerintah Desa Gedangan telah membentuk panitia pemilihan pengurus BPD pada Agustus 2018. Anggota panitia pemilihan pengurus BPD telah melakukan persiapan teknis dengan melakukan pertemuan secara rutin.

Namun, tiba-tiba ketua panitia pemilihan pengurus BPD mengundurkan diri. “Lantaran ingin mendaftar sebagai calon anggota BPD maka harus mengundurkan diri. Kami lantas melakukan pertemuan untuk membahas pengganti ketua panitia pemilihan BPD,” kata Penjabat (Pj) Kepala Desa Gedangan, Rohmadi, saat berbincangan dengan Solopos.com, Jumat (7/9/2018).

Pemerintah desa setempat lantas kembali membentuk panitia pemilihan BPD pada pekan ini. Mereka harus bekerja ekstra keras saat tahapan pemilihan pengurus BPD mulai dari seleksi berkas administrasi hingga proses pemilihan langsung atau musyawarah perwakilan.

Namun, Rohmadi belum dapat memastikan apakah memilih opsi pemilihan langsung atau musyawarah perwakilan. Sesuai regulasi, anggota BPD harus memenuhi keterwakilan wilayah dan perempuan.

“Saya justru ingin tak hanya satu perempuan melainkan dua atau lebih yang menjabat sebagai anggota BPD,” ujar dia.

Rohmadi menargetkan proses pemilihan pengurus baru BPD ditarget rampung akhir September. Masa jabatan pengurus lama habis pada awal Oktober.

“Waktunya cukup mepet. Hanya tinggal tiga pekan untuk melaksanakan tahapan pemilihan pengurus BPD. Saya harap tak ada masalah sehingga bisa rampung pada akhir bulan,” tutur dia.

Pengurus baru BPD Gedangan bakal mendapat tugas berat setelah resmi dilantik. Mereka harus segera membentuk panitia pemilihan kepala desa (pilkades) yang digelar pada awal Desember.

Sejatinya, Pilkades Gedangan dilaksanakan berbarengan dengan 13 desa lainnya pada Oktober 2016. Lantaran muncul penolakan calon kepala desa dari masyarakat, penyelenggaraan pesta demokrasi desa itu ditunda.

Sementara itu, Ketua BPD Gedangan, Sugiharjo, menyatakan masa periode pengurus BPD berakhir pada awal Oktober. Karena itu, proses pemilihan pengurus baru BPD harus rampung pada akhir September.

Disinggung mengenai pilkades, Sugiharjo menyerahkan wewenang sepenuhnya kepada Pemkab Sukoharjo. “Silakan pilkades digelar bersamaan desa lainnya pada awal Desember atau tidak merupakan wewenang Pemkab,” kata dia.