Kakek-Kakek Sragen Tangkap Piton 3 Meter Sendirian

Ular piton sepanjang 3,35 meter yang ditangkap Maridin, warga Dukuh Ngampunan, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, Jumat (7/9 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
07 September 2018 14:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Rumah Maridin, 65, di Dukuh Ngampunan RT 022/RW 006, Desa Kebonromo, Ngrampal, Sragen, mendadak ramai, Jumat (7/9/2018).

Warga dari berbagai penjuru dukuh di wilayah Kebonromo berdatangan, bahkan aparat Polsek dan Koramil Ngrampal pun ikut datang ke rumah Maridin. Mereka penasaran dengan hasil tangkapan kakek-kakek itu, yakni ular jenis piton sepanjang 3,35 meter dan diameter perut mencapai 30 cm.

Ular itu dimasukkan kandang ayam berukuran 50 cm x 90 cm di teras rumahnya. Warga dari orang lanjut usia sampai anak-anak berbondong-bondong datang hanya untuk melihat ular yang dikenal dengan nama sawa kembang itu.

Para warga yang melihat dibatasi pagar tali rafia warna hitam untuk keamanan. Maridin hanya tersenyum saat ditanyai bagaimana ia bisa menangkap ular seberat hampir 40 kg sendirian pada Kamis (6/9/2018) malam.

Dengan dibantu anggota keluarga, Maridin berkisah malam itu ia jagong ke tempat tetangga yang hajatan mantu sekitar 600 meter dari rumahnya, di sebelah selatan jalan tol Solo-Ngawi. Rumah Maridin berada di sebelah utara jalan tol tersebut.

Ia pulang sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu ia melihat ada ular menyeberang jalan beton. Spontan, Maridin berlari mengejar dan menghentikan ular itu. Tangan kanannya memegang kepalanya sementara badan ular itu melilit di tangan kirinya.

“Ular itu dibawa sendirian berjalan kaki dari jalan desa itu ke rumahnya. Orang sekitar pasti tidak berani menangkap sendirian tetapi Mbah Maridin berani,” ujar Suwardi, warga setempat yang menyaksikan Maridin membawa ular sendirian saat menjelaskan kronologi penangkapan ular itu kepada wartawan, Jumat siang.

Berita ular tangkapan Maridin itu menyebar dari mulut ke mulut. Tidak aneh bila halaman depan rumah Maridin menjadi pusat kerumunan warga yang ingin menyaksikan ular sanca tersebut.

“Tadi dari pak tentara dan polisi Ngrampal juga datang. Mereka mengukur panjangnya, yakni 3,35 meter dan diameternya 30 cm lebih. Saya sendiri tidak berani memegangnya. Saya baru melihat ular sebesar itu ya baru pertama ini,” ujar Kristanto, 35, warga Ngampunan RT 019, yang sengaja datang untuk melihat ular itu.

Maridin berniat menjual ular itu bila laku. Kalau tidak laku, ia ingin memeliharanya di rumah. Ia bersama dua orang warga sempat mengeluarkan ular itu dari kandang.

Saat dikeluarkan ular tidak berontak tetapi seperti ular jinak. “Dipegang kok jinak, tidak berontak gitu. Badanya halus ya,” ujar warga lainnya yang heran dengan temuan ular itu.

Tokopedia