2 Bulan, Petugas Damkar Karanganyar Musnahkan 130 Sarang Tawon

Mobil pemadam kebakaran (damkar) terparkir di halaman Kantor Satpol PP Karanganyar, Kamis (6/9 - 2018). (Solopos/Ponco Suseno)
07 September 2018 19:05 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karanganyar menggelar operasi tangkap tawon (OTT) di 130 lokasi di Bumi Intanpari dalam dua bulan terakhir. OTT dilakukan menyusul banyaknya aduan dari masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun solopos.com, tim Damkar Karanganyar yang menginduk di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karanganyar memiliki tugas pokok menangani musibah kebakaran. Sepanjang Agustus 2018, Damkar Karanganyar sudah menangani musibah kebakaran di 29 lokasi.

Belakangan, Damkar Karanganyar memiliki tugas tambahan, yakni membasmi sarang tawon. Damkar Karanganyar sering memperoleh informasi dari masyarakat yang mengeluhkan munculnya sarang tawon di rumah milik warga atau pun di instansi negeri dan swasta.

“Berdasarkan laporan yang ada, petugas Damkar Karanganyar memang sudah menggelar OTT di lebih 100 lokasi. Jenis tawon yang dioperasi [dibasmi], yakni tawon ndas,” kata Kepala Satpol PP Karanganyar, Kurniadi Maulato, kepada solopos.com, Kamis (6/9/2018).

Selain memperoleh laporan terkait serangan tawon ndas, lanjut Kurniadi Maulato, Damkar Karanganyar juga sering diminta menangani ular yang sering berkeliaran di dekat permukiman penduduk.

“Saat membasmi sarang tawon, para petugas damkar itu belajar secara autodidak. Kalau menangani ular liar, kami sedang berikan pembekalan ke beberapa petugas. Para petugas kami kirim ke Magelang untuk belajar menangani ular liar. Ini semua demi merespons laporan dari warga,” katanya.

Salah satu petugas Damkar Karanganyar, Purwanto, mengatakan para petugas hanya memanfaatkan peralatan damkar saat membasmi sarang tawon. Hal itu seperti mantel khusus, masker, helm, kaus tangan, bensin, Rinso, Sunlight, dan mobil damkar.

“Sebagian besar pada belajar autodidak. Jadi, kami sudah biasa tersengat tawon. Yang penting tidak sampai tiga kali. Kalau tersengat sampai tiga kali berturut-turut, bisa opname di rumah sakit (RS). Setahu saya, daerah paling banyak ditemukan sarang tawon itu berada di Gondangrejo,” katanya. 

Tokopedia