Pelemahan Rupiah Kerek Harga Pakan Ikan Nila, Petani di WGM Wonogiri Kebingungan

Salah satu petani asal Dusun Godean, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, saat mempersiapkan pakan/pakan nila di Desa Sendang beberapa waktu lalu. (Istimewa)
07 September 2018 18:45 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Nilai tukar rupiah terhadap dolar terus melemah dalam beberapa hari terakhir. Meskipun pada Jumat (7/9/2018) ditutup menguat ke nilai Rp14.820/US$, namun pelemahan rupiah sudah memberikan imbas ke sektor riil, termasuk sektor perikanan.

Di Wonogiri, petani ikan nila di Waduk Gajah Mungkur (WGM) mengeluhkan kenaikan harga pakan ikan nila akibat pelemahan nilai tukar rupiah. Pakan ikan nila diimpor dari beberapa negara di Asia Tenggara.

Menurut petani ikan nila sekaligus penjual pakan ikan nila di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri, Sugiyanto, kepada Solopos.com, mengatakan pakan ikan nila dibeli dari perusahaan di Jawa Barat yang mengimpor dari beberapa negara di kawasan Asia Tenggara.

“Bahan baku pakan seperti kedelai, jagung, tepung tulang, didatangkan dari luar negeri sehingga saat dolar naik, harga pakan pun mengikuti,” ujar Sugiyanto.

Pakan ikan nila yang ia jual saat ini telah mencapai Rp286.000/sak, naik dari harga normal hanya Rp275.000/sak, isi pakan satu sak sebanyak 30 kg.

Musim Pancaroba

Ia juga memprakirakan harga masih dapat merangkak naik selama nilai tukar kedua mata uang tersebut belum kembali normal.

Petani lainnya, Yudi Setyawan, warga Desa Sendang mengaku sedang dalam keadaan yang dilematis. Saat ini permintaan ikan nila sedang menurun. Pekan ini ia hanya menjual tiga ton ikan yang biasanya dapat lebih dari itu.

Kenaikan harga pakan ikan nilai menjadikan keuntungan semakin tipis. Di sisi lain, musim penghujan segera tiba, petani harus segera menjual ikan-ikan miliknya dan sejenak menahan pembibitan hingga musim penghujan tiba. Musim pancaroba sangat berbahaya bagi ikan nila terlebih dalam usia pembibitan.

Ia mengaku tidak berani menaikan harga ikan nila walaupun harga pakan naik dan musim pancaroba segera tiba. Menurutnya, dengan menaikan harga akan berisiko dan membuat pembeli ikan berpindah ke petani lain.

Sementara itu petani lainnya, Agung, memilih menggunakan jenis pakan yang lebih murah pun kini juga mengalami kenaikan Rp300 per sak. Menurutnya, harga pakan terus merangkak naik namun harga ikan tak bisa serta merta turut naik. Ia pun memilih menggunakan pakan yang ia beli Rp174.500/sak.

Tokopedia