6 Fakta Jalan Sehat Umat Islam Solo

Poster Jalan Sehat Umat Islam & Masyarakat Solo (Instagram - @maklambeturah)
08 September 2018 09:05 WIB Suharsih Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Panitia Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo yang menghadirkan musisi Ahmad Dhani dan Neno Warisman memastikan bakal tetap menggelar acara itu sesuai jadwal, Minggu (9/9/2018) pagi.

Lokasinya pun tidak berubah yakni di kawasan Kota Barat Solo. Acara itu tetap digelar meski tidak ada izin atau rekomendasi dari Polresta Surakarta.

Berikut beberapa fakta seputar Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo yang dihimpun Solopos.com:

1. Acara

Informasi mengenai kegiatan Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo tersiar ke publik Senin (27/8/2018). Panitia membenarkannya dan mengklaim acara yang dijadwalkan digelar Minggu (9/9/2018) pagi di Lapangan Kota Barat ini akan diikuti ribuan orang, menghadirkan musisi Ahmad Dhani dan Neno Warisman. Panitia juga menyediakan doorprize bagi peserta di antaranya tiga paket umrah.

Dua hari kemudian, tepatnya pada Rabu (29/8/2018), Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo menyebut Lapangan Kota Barat akan dipakai Pemkot untuk menggelar acara Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) memperingati Hari Olahraga Nasional. Rudy mengklaim acara tersebut sudah diagendakan.

2. Kontroversi

Informasi mengenai acara ini langsung menimbulkan kontroversi, terutama terkait dugaan acara ini ditunggangi agenda politik. Terlebih ada nama Neno Warisman yang sebelumnya sempat menghebohkan Pekanbaru saat dirinya tertahan massa dan dipulangkan dari Bandara Sultan Syarif Pekanbaru. Polisi menerima sekitar delapan surat penolakan dari masyarakat terhadap acara tersebut.

3. Polisi Melarang

Polresta Surakarta akhirnya tidak menerbitkan izin maupun rekomendasi acara jalan sehat itu. Alasannya terkait keamanan dan gangguan terhadap kelancaran lalu lintas mengingat acara tersebut melibatkan ribuan orang.
Selain itu di lokasi yang sama dan pada waktu yang sama, yaitu Lapangan Kota Barat, juga digelar acara Pekan Olahraga Warga Solo (Porwaso) untuk memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas). Polresta memberikan izin untuk acara yang rencananya dihadiri Gubernur Jateng yang baru saja dilantik, Ganjar Pranowo, itu.

4. Panitia Ngotot

Panitia Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo tetap ngotot dan nekat menggelar acara tersebut meski tanpa izin dari kepolisian. Mereka mengklaim sudah menyampaikan pemberitahuan ke polisi hingga ke Mabes Polri dan itu dianggap sudah cukup. Namun panitia mengalihkan acara dari semula di Lapangan Kota Barat ke depan Masjid Kota Barat di depan lapangan tersebut.

5. Tata Tertib

Panitia Jalan Sehat Umat Islam menetapkan 11 tata tertib yang harus dipatuhi peserta agar acara tersebut bisa terlaksana. Tata tertib tersebut yang paling penting di antaranya dilarang membawa atribut parpol, dilarang mengenakan kaus #2019GantiPresiden, dilarang membawa spanduk gambar capres dan cawapres, tidak boleh membawa senjata tajam, wajib menjaga ketertiban di jalan, dan membawa kartu Tanda Penduduk (KTP).

6. Rute

Jalan sehat akan start di Jl. dr. Moewardi, Kota Barat, ke selatan menuju Perempatan Gendengan, belok kiri ke timur menyusuri Jl. Slamet Riyadi (area car free day), belok kiri lagi di Perempatan Hotel Novotel ke utara menyusuri Jl. Gajah Mada sampai Perempatan Monumen Pers lalu belok kiri ke barat menyusuri Jl. Yosodipuro, kembali ke Kota Barat.

Rute ini hampir sama dengan rute pawai atlet Asian Games 2018 asal Jateng yang digelar dalam rangkaian Porwaso. Bedanya, pawai atlet saat menyusuri Jl. Slamet Riyadi hanya sampai pertigaan Pengadilan Negeri (PN) dan belok ke utara via Jl. dr. Supomo sampai Perempatan SMA Muhammadiyah 2 Solo, lalu belok ke kiri menyusuri Jl. Yosodipuro kembali ke Kota Barat.