358 Lapak di Parkiran Galabo Diundi untuk PKL Sunday Market Manahan Solo

Selter kuliner untuk PKL Gladak Langen Bogan (Galabo) malam selesai dibangun di kompleks taman parkir Jl. Mayor Sunaryo, Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)
08 September 2018 14:00 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Sabtu (8/9/2018), mengundi lapak bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di Sunday Market Manahan.

Sebagian PKL Sunday Market tersebut bakal menempati tempat parkir Gladag Langen Bogan (Galabo) atau di sebelah utara Pusat Grosir Solo (PGS).

Disdag telah mengkaveling lapangan parkir itu menjadi 358 kaveling. Masing-masing kaveling berukuran 1,5 meter x 2 meter. Kemudian, akses jalan bagi pengunjung dibuat selebar 2 meter.

Pantauan solopos.com, Sabtu, para PKL sudah tiba di Galabo sejak pukul 08.00 WIB. Petugas Disdag Solo kemudian mendata ulang para PKL tersebut sebelum melakukan undian.

Setelah mendapat pengarahan, mereka satu per satu mengambil undian kaveling untuk berjualan yang langsung bisa digunakan Minggu (9/9/2018).

Kepala Disdag Solo, Subagiyo, saat ditemui solopos.com di Galabo mengatakan lapangan parkir Galabo diperuntukkan bagi PKL Sunday Market Manahan. Terdapat empat kategori PKL yang diakomodasi di sana yaitu kuliner, oleh-oleh, pakaian, dan aksesori.

“Setelah diundi, mereka bisa langsung menempati besok Minggu pagi,” terangnya.

Ia menjelaskan, lokasi yang biasanya digunakan untuk parkir itu akan steril kendaraan tiap Minggu pukul 05.00 WIB-09.00 WIB. Pengendara mobil bisa memarkir kendaraan di Benteng Vastenburg sedangkan sepeda motor bisa diparkir di pedestrian Jl. Jendral Sudirman.

Selain di Galabo, PKL Sunday Market Manahan akan ditempatkan di Jl. Slamet Riyadi ruas Gendengan ke barat dan CFD Jl. Ir. Juanda mulai Perempatan Nglipakan ke timur sampai Pasar Pucangsawit. Menurutnya, PKL di dua lokasi selain Galabo langsung menempatkan diri dengan berkoordinasi dengan paguyuban setempat.

Salah seorang PKL Sunday Market Manahan, Joko Eko, 63, mengtaku menerima kebijakan Pemkot Solo tersebut. Lelaki yang biasa berjualan kaca mata tersebut meyakini rezeki sudah diatur oleh Tuhan.

“Walaupun butuh rezeki besar, kalau Allah beri jatah sedikit, ya tetap harus disyukuri,” ungkap warga Pasar Kliwon itu saat ditemui di Galabo, Sabtu.