Jumlah Perempuan Investor Melonjak, Ini Penyebabnya

Karyawan melintas di sebelah layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta. (JIBI/Bisnis - Felix Jody Kinarwan)
09 September 2018 15:53 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Dunia pasar modal kini mulai banyak disasar kalangan perempuan. Secara nasional jumlah investor wanita sejak 2014 naik sekitar 965%. Kampanye Yuk Nabung Saham disebut sebagai salah satu pendongkrak.

Kepala BEI Solo, M. Wira Adibrata, mengatakan jumlah investor wanita per April 2018, 470.000 orang. Sedangkan untuk investor pria berjumlah 629.000 orang.

"Pertumbuhan sejak 2014 hingga April 2018 untuk wanita sebanyak 965% dan untuk pria sebanyak 710%," kata dia kepada wartawan belum lama ini.

Dia mengatakan pengkatan jumlah investor terjadi seiring dengan maraknya kampanye Yuk Nabung Saham, yang ternyata bukan hanya menarik perhatian kalangan pria tapi juga wanita.

Dari data yang ada, meski jumlah investor wanita belum bisa mengalahkan jumlah investor laki-laki, namun dari segi pertumbuhannya lebih banyak dari kalangan wanita. Dikatakan, jumlah investor wanita pada 2014 sebanyak 44.770 orang sedangkan investor pria sebanyak 77.000 orang.

Menurut Wira, kalangan wanita saat ini menjadi segmentasi pasar yang cukup potensial sebab mulai banyak yang tertarik untuk berinvestasi saham. BEI Solo pun saat ini banyak menggelar kegiatan yang melibatkan komunitas wanita.

"Kalangan wanita banyak kami libatkan karena bagaimanapun yang mengelola keuangan di rumah tangga adalah wanita. Dia berharap dengan kegiatan sosialisasi pasar modal kepada masyarakat termasuk kalangan wanita, masyarakat menjadi lebih tahu tentang investasi saham yang dapat dilakukan oleh semua kalangan masyarakat.

Sebelumnya dia mengatakan investasi saham juga menjadi salah satu bentuk investasi yang banyak diakses kalangan muda. Modal yang terjangkau ditambah cara mengaksesnya yang sudah bisa dilakukan secara online dinilai menjadi faktor pendukungnya.

Menurutnya saat ini berinvestasi saham telah menjadi tren, termasuk di Solo. Di mana sejak tiga tahun terakhir sudah banyak didominasi oleh kalangan muda, yaitu usia 20-38 tahun. Lebih lanjut dia mengatakan jumlah peminat pasar modal selalu meningkat sekitar 22% setiap tahunnya. Penambahan jumlah investor tersebut didominasi kalangan muda.

Tokopedia