Orasi Politis di Acara Jalan Sehat Solo Bukan Kampanye, Ini Penjelasannya

Ribuan orang memadati kawasan Gladag saat digelar Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo, Minggu (9/9 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
09 September 2018 19:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo memastikan orasi berbau politis yang disuarakan oleh salah satu pembicara saat acara Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakat Solo, Minggu (9/9/2018), di Bundaran Gladag, bukan kampanye.

Anggota Divisi Sengketa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Arif Nuryanto, mengatakan sesuai PKPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilu, penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden (wapres) dijadwalkan 20 september. 

Mengacu pada aturan itu, sekarang belum ada pasangan calon presiden dan wakil presiden yang ditetapkan KPU. “Kami melihat orasi dukung salah satu paslon capres dan cawapres belum bisa dikategorikan kampanye. Bawaslu memastikan orasi kegiatan jalan sehat tidak ada unsur pelanggaran kampanye. Keputusan ini sesuai hasil rapat pleno terbuka, Minggu siang,” kata Arif kepada Solopos.com, Minggu.

Sementara itu, Pelaksana Humas Jalan Sehat Umat Islam dan Masyarakar Solo, Endro Sudarsono, mengatakan kalau ada unsur pelanggaran kampanye dalam kegiatan jalan sehat ia serahkan sepenuhnya kepada penyelengara pemilu. 

Panitia juga menyerahkan kepada aparat penegak hukum kalau ada peserta yang mengenakan atribut berbau politik. Diinformasikan sebelumnya, salah satu dari delapan pembicara, yakni Moedrik M. Sangidoe, menyampaikan orasi yang isinya mengajak masyarakat untuk mendukung Prabowo Subianto.