Rumah Warga Gondang Sragen Nyaris Ludes Gara-Gara Lilin 

ilustrasi kebakaran. (Solopos/Whisnu Paksa)
09 September 2018 17:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kebakaran terjadi di rumah Tuginem, 86, warga Dukuh Grasak RT 035 Desa/Kecamatan Gondang, Sragen, Jumat (7/9/2018) sekitar pukul 23.15 WIB. Tak ada korban jiwa atau luka dalam musibah itu.

Informasi yang diperoleh Solopos.com dari Subbag Humas Polres Sragen, Sabtu (8/9/2018), di wilayah Grasak terjadi pemadaman listrik oleh PLN sekitar pukul 21.45 WIB. Anak Tuginem, Sido Widodo, 40, menyalakan lilin dan meletakkannya di atas lemari kecil sebagai penerangan sementara. 

Lilin diletakkan dengan diberi alas tutup kaleng roti yang terbuat dari seng. Sekitar pukul 23.00 WIB listrik kembali menyala. Tapi anggota keluarga Tuginem lupa mematikan lilin. 

Giyanto, 36, pergi ke pos ronda untuk menonton televisi. Sedangkan Sido Widodo susah tertidur pulas. Jarak rumah Giyanto dengan pos ronda cukup dekat, sekitar 20 meter.

Sekitar pukul 23.15 WIB, Sido Widodo terbangun dari tidurnya dan kaget saat melihat api sudah membakar bagian dalam rumah. Dia pun sontak berteriak memanggil tetangganya. Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berlari menuju sumber suara sembari menenteng ember. 

Mereka bergotong royong mematikan api secara manual. Peralatan mereka seadanya berupa ember kamar mandi. Mereka harus bergerak cepat menjinakkan api agar tidak sampai membesar. Bangunan rumah Tuginem yang terbuat dari kayu bisa ludes terbakar bila api terlanjur besar.

Beruntung tiga unit mobil pemadam kebakaran (damkar) Sragen tiba di lokasi kejadian saat waktu kritis. Api yang berkobar di bagian dalam rumah Tuginem langsung disembur dengan api sehingga tidak sampai membesar. 

Kerugian materiil yang dialami korban ditaksir sekitar Rp1,5 juta. Kapolsek Gondang, AKP Suhardi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, mengatakan dari hasil olah TKP disimpulkan kebakaran disebabkan api lilin yang lupa dimatikan. 

Tidak ada indikasi atau unsur kesengajaan dalam musibah kebakaran itu.