3 Kebakaran Hebat di Sragen, Honda CBR Pun Terpanggang

Aparat Polsek Miri, BPBD, dan pemadam kebakaran Satpol PP Sragen memadamkan api yang melalap rumah di Dukuh/Desa Geneng RT 006, Miri, Sragen, Senin (10/9 - 2018). (Istimewa / Polsek Miri)
10 September 2018 23:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGENSi jago merah mengamuk di tiga kecamatan di Bumi Sukowati, Senin (10/9/2018). Kebakaran hebat tersebut mengakibatkan dua rumah, tiga sepeda motor, sebagian bangunan sekolah dasar (SD), dan barongan bambu hangus.Tidak ada korban jiwa tetapi kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp302,5 juta.

Kebakaran kali pertama terjadi di Dukuh/Desa Geneng RT 006, Kecamatan Miri, Sragen, pada pukul 12.00 WIB. Kebakaran tersebut melanda rumah milik Sugiyo, 85, dan rumah milik Sri Hartati, 45, yang terletak bersebelahan. Rumah Sugiyo dihuni Sugiyo sendiri bersama istrinya Sungkem, 60. Sementara Sri Hartati tinggal bersama anaknya Novi, 20.

Data tersebut disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono, berdasarkan hasil pendataan Satuan Tugas (Satgas) BPBD Sragen yang ikut memadamkan api. Sugeng mengatakan peristiwa nahas itu terjadi saat Sugiyo tiduran di dalam rumahnya. Saat itu, Sugiyo mencium bau bakaran plastik yang menyengat disertai percikan api dan kepulan asap.

“Sugiyo langsung berlari ke luar rumah untuk meminta bantuan tetangga. Sesaat setelah Sugiyo kembali, ia mendapati api membesar dan melalap rumahnya yang berukuran besar. Api itu kemudian merembet ke rumah Sri Hartati yang berdempetan. Novi yang saat itu di dalam rumah langsung lari keluar dan berteriak meminta tolong,” ujar Sugeng.

Warga setempat langsung menghubugi Kepala Desa Geneng yang kemudian diteruskan ke BPBD Sragen. Tim BPBD bersama tim pemadam kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen langsung bergegas ke lokasi membantu tim pemadam kebakaran Gemolong meluncur lebih dulu. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 12.30 WIB.

“Rumah dua warga itu hangus. Isi rumah yang terbakar di antaranya tiga unit motor, emas seberat 20 gram atau senilai Rp60 juta, uang tunai Rp7.100.000, dan sejumlah surat berharga. Kerugian total diperkirakan mencapai Rp300 juta. Sementara dua KK tersebut terpaksa harus mengungsi ke rumah tetangga atau saudara terdekat,” ujarnya.

Kebakaran kedua terjadi di SDN 2 Plosorejo, Kecamatan Gondang, Sragen, pada pukul 14.15 WIB. Dia mengisahkan kebakaran di SD yang terletak di Desa Plosorejo RT 006/RW 002, Gondang, Sragen, itu berawal dari api yang membakar tumpukan kayu di belakang sekolah.

“Api tersebut sempat merembet ke bangunan SD dan membakar sebagian kecil atap sekolah. Api bisa dipadamkan pukul 15.50 WIB. Kerugian diperkirakan hanya Rp2,5 juta,” ujarnya.

Kebakaran kali ketiga, kata dia, terjadi di Dukuh Ngamban RT 007, Desa Gawan, Tanon, Sragen, pada pukul 15.50 WIB. “Kebakaran itu berawal dari ulah warga yang membakar sampah dekat rumpun bambu. Api merembet ke rumpun bambu setelah terbawa angin. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu,” ujarnya.

Kapolsek Miri AKP Fajar Ikhsanuddin menduga kebakaran di rumah Sugiyo itu disebabkan karena korsleting. Dia mencatat ada empat bangunan rumah milik Sugiyo yang terbakar, yakni rumah berukuran 8 meter x 12 meter, rumah peringgitan dengan ukuran 4 meter x 12 meter, rumah dapur ukuran 5 meter x 12 meter, dan rumah tempat usah amenjahit berukuran 5 meter x 12 meter.

“Keempat rumah terbuat dari kayu. Tiga unit motor terbakar, yakni Honda Vario, Honda CBR, dan Suzuki Shogun. Motor itu milik Sugiyo yang juga pensiunan pegawai negeri sipil,” ujarnya.